RS Prof. Ngoerah Perkuat SDM Berbahasa Inggris, Siap Layani Pasien Internasional

DENPASAR, MataDewata.com | Rumah Sakit (RS) Prof. Ngoerah terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pengembangan Bali Medical Tourism. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan berbahasa asing untuk memberikan pelayanan optimal kepada pasien mancanegara.

Direktur Utama RS Prof. Ngoerah Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp.,M.Kes., mengatakan, penguatan SDM menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan seiring meningkatnya jumlah pasien asing yang datang untuk memanfaatkan layanan kesehatan di RS. Ngoerah.

Baca juga :  Kementerian Kesehatan RI Berikan Bantuan Hibah "Whole Genome Sequencing"

“Kami sudah menyiapkan tenaga-tenaga kami yang memang salah satunya memiliki kemampuan berbahasa, karena memang yang datang selama ini tidak sedikit juga orang asing yang sudah berobat atau mendapatkan layanan di Ngurah Wellness Center,” ujarnya usai Peresmian Situs A.A Djelantik dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam rangka Bali Medical Tourism, di Aula Rapat Gedung Poliklinik Lantai 5, RS Ngoerah / Sanglah, Denpasar, Kamis (30/7/2026).

Ia mengungkapkan, pasien internasional yang datang berasal dari Australia dan sejumlah negara lain, selain itu, masih ada warga lokal. “Media check-up, kosmetik beda plastik dan gigi. Jadi yang gigi dan bedah plastik itu banyak pasien asing. Dari Australia, bahkan selain Australia juga ada. Korea juga sudah, karena kita memang bekerja sama dengan Sun Medical Center di Korea untuk pengembangan layanan. Ada juga warga kita,” ungkapnya.

Baca juga :  Bupati Satria Buka Seminar Nasional dan Launching Inovasi "SIMADU" RSUD Klungkung

Selain memperluas jangkauan pasien mancanegara, RS Prof. Ngoerah juga terus melakukan pembenahan sistem pelayanan untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Salah satunya memisahkan layanan medical check-up dari pelayanan pasien yang menjalani pengobatan.

“Kalau dulu layanan medical check-up di Prof. Ngoerah bergabung dengan pasien. Sekarang kalau medical check-up, karena mereka hanya meminta untuk mengetahui kondisi kesehatannya, kita bedakan. Aksesnya sudah berbeda dengan pasien,” tuturnya.

Baca juga :  Menjaga Kesehatan Mental Lepas dari Pandemi Covid-19

Kesiapan sumber daya manusia yang mampu berkomunikasi dengan pasien dari berbagai negara menjadi salah satu faktor penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan bertaraf internasional untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi medical tourism. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button