APBD Perubahan Badung 2026 Disepakati, Pemkab Fokus Percepatan Infrastruktur dan Atasi Kemacetan

BADUNG, MataDewata.com | Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 resmi disepakati melalui rapat paripurna DPRD Kabupaten Badung. Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan percepatan pelaksanaan sejumlah program strategis, terutama pembangunan infrastruktur.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa mengatakan, proses pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 antara eksekutif dan legislatif berjalan lancar. Karena itu, apresiasi disampaikan kepada pimpinan dan anggota DPRD, khususnya Badan Anggaran DPRD, yang telah bersama-sama membahas rancangan perubahan anggaran hingga final.

“Saya memberikan Apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD, khususnya Badan Anggaran DPRD yang telah bekerja keras bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah,” ujar Arnawa usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Badung di Ruang Sidang Utama Gosana, Jumat (18/9/2026).

Arnawa menyatakan kesepakatan tersebut menunjukkan adanya keselarasan antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menentukan arah pembangunan Badung ke depan terutama percepatan pembangunan infrastruktur.

Baca juga :  DPRD Gianyar Setujui Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2027

“Yang kedua, pada kesempatan ini juga saya melihat bahwa pembahasan daripada Rencana Perubahan ini sangat berjalan lancar. Dan itu menunjukkan bahwa misi kita antara eksekutif dengan legislatif benar-benar sama, in line, sejalan. Karena bagaimanapun juga, kita tetap komitmen untuk bagaimana ke depan ini fokus kepada pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam Perubahan APBD 2026, alokasi belanja infrastruktur mencapai 59,23 persen dari total belanja daerah. Langkah ini, dilakukan untuk membantu percepatan pembangunan infrastruktur di beberapa wilayah yang menjadi langganan kemacetan.

“Pembangunan infrastruktur sebagaimana yang kita lihat di dalam performa struktur belanja kami, 59,23% itu adalah total belanja pada Perubahan APBD 2026 ini adalah merupakan belanja di dalam bidang infrastruktur,” kata Arnawa.

Tak hanya itu, alokasi perubahan APBD juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan dasar, termasuk bidang kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan UMKM, efektivitas belanja modal yang produktif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca juga :  Rapat Paripurna Jawaban Pemerintah Atas PU Fraksi-Fraksi DPRD Badung

Selanjutnya, setelah Ranperda disepakati, seluruh perangkat daerah diarahkan untuk menyiapkan administrasi dan teknis pelaksanaan kegiatan agar anggaran dapat direalisasikan secara optimal, tepat waktu dan tepat sasaran.

Proses selanjutnya adalah penyampaian dokumen Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kepada Gubernur Bali untuk dilakukan evaluasi sebelum nantinya disahkan menjadi Perda.

“Mudah-mudahan dari kesepakatan hari ini yang selanjutnya nanti akan disampaikan kepada Gubernur untuk dilakukan evaluasi sebelum disahkan nantinya, ini akan segera secepatnya proses ini berjalan sehingga kami selaku eksekutif akan segera mengimplementasikan dari belanja-belanja yang tertuang dalam Ranperda APBD 2026,” tuturnya.

Menurutnya, berbagai program strategis juga sedang menantikan, terutama pembebasan lahan untuk mendukung pembangunan infrastruktur demi mengatasi tingkat kemacetan di wilayah Badung.

“Karena saya melihat ada beberapa belanja-belanja yang strategis sekali, terutama terkait dengan pembangunan-pembangunan infrastruktur, terutama terkait masalah pengadaan-pengadaan tanah, beberapa tempat-tempat strategis yang memang akan menjadi satu upaya yang kami lakukan, terutama dalam rangka mengatasi kemacetan ini, salah satunya dengan membangun kantong-kantong parkir ke depan,” terangnya.

Baca juga :  Ketua DPRD Anom Gumanti Serahkan Sembako dan Kursi Roda untuk Disabilitas saat Aksi Sosial di Kuta

Percepatan proses pengadaan tanah menjadi penting yang harus segera dieksekusi. Pemerintah Kabupaten Badung juga mulai mempersiapkan sejumlah program pembangunan untuk menghadapi tantangan pada 2027 mendatang. Melalui pembangunan infrastruktur itu, diharapkan mampu memberikan manfaat dan dampak positif kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan ini proses akan cepat sehingga kami akan cepat eksekusi, dan sejalan dengan itu kami akan segera menatap untuk persiapan kita 2027 ke depan ini. Karena bagaimanapun juga, 2027 ini kedepannya tantangan kita cukup berat, dan lebih-lebih banyak program yang akan kami lakukan juga ke depan di Badung, terutama sekali terkait dengan masalah pembangunan infrastruktur.” pungkasnya. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button