Tanggapi Kasus Pengeroyokan di Sidetapa, Koster: Kemanusiaan Harus Kita Utamakan

DENPASAR, MataDewata.com | Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam menyikapi setiap tindak pidana dan tidak main hakim sendiri. Hal itu disampaikan menyusul kasus pengeroyokan terhadap terduga pencuri ayam yang terjadi di Desa Batunya, Kecamatan Baturitu, Kabupaten Tabanan. Pernyataan ini, disampaikannya usai memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (28/7/2026).
Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu, meminta masyarakat tidak bertindak reaktif ketika menghadapi pelaku tindak pidana dan tetap menyerahkan proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang. “Kita semua harus menjaga situasi di masing-masing desa, tidak perlu terlalu reaktif. Walaupun melakukan tindakan pencurian, kemanusiaan harus kita utamakan,” ujar Koster.
Lanjut, Koster mengatakan akan berkoordinasi dengan kepala desa dan desa adat agar memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga tindakan main hakim sendiri untuk menghindari kejadian yang sama terjadi kembali. “Saya akan berbicara dengan kepala desa dan desa adat untuk memberi pemahaman kepada warganya untuk tidak lagi melakukan tindakan serupa,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan yang melatarbelakangi kasus di Desa Sidetapa juga menjadi tantangan di sejumlah wilayah lainnya, saat ini pemerintah terus berupaya mencari solusi bersama pemerintah kabupaten/kota. “Tidak hanya Sidetapa, ada sejumlah desa. Kalau soal ekonomi tidak hanya Sidetapa, tetapi semua,” terangnya.
Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Bali terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menangani persoalan tersebut dan memberikan dukungan jika diperlukan. “Upaya pemerintah tentu di sini sudah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota, harus menyelesaikan ini dengan upaya bersama. Kalau kaitannya dengan bantuan, ini sudah ditangani,” jelas Koster.
Terkait perkembangan pelaku pengeroyokan yang terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten, Ia memastikan semua proses berjalan sesuai prosedur hukum. βSeperti yang di Baturiti, itu sudah diproses oleh Pak Kapolda. Ada lima orang yang sudah diproses,β tutupnya. On-MD



