Bunda Rai Gelar Lomba Aku Hatinya PKK se-Tabanan
Rangkaian Peringatan HKG PKK ke-54, Tinjau Inovasi Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Dua Kecamatan

TABANAN, MataDewata.com | Semangat menghadirkan lingkungan asri, produktif, dan bernilai ekonomis terlihat dalam roadshow Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, yang akrab disapa Bunda Rai. Ia melakukan penilaian Lomba Aku Hatinya PKK sebagai rangkaian peringatan HKG PKK ke-54.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan peninjauan Lomba Telajakan serta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) oleh TP Posyandu Provinsi Bali, Senin (24/8/2026). Menyasar seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan yang diawali di Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri.
Di Kecamatan Tabanan, Bunda Rai melaksanakan kegiatan di Desa Sesandan, kemudian melanjutkannya ke SMK Bintang Persada. Sementara di Kecamatan Kediri, roadshow berlokasi di Banjar Sinjuana dan Banjar Dukuh, Desa Beraban, serta SMP Negeri 3 Kediri.
Bunda Rai didampingi oleh Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan beserta jajaran pengurus, kepala perangkat daerah terkait, Camat Tabanan dan Kediri, Ketua TP PKK Kecamatan, serta perbekel setempat.
Kehadiran langsung tersebut menjadi bagian dari pembinaan sekaligus upaya meninjau berbagai inovasi masyarakat dan satuan pendidikan. Penilaian diawali di Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan, di mana Bunda Rai bersama jajaran meninjau langsung berbagai inovasi yang dikembangkan masyarakat.
Salah satu inovasi tersebut adalah pemanfaatan lubang biopori dan pengolahan sampah organik rumah tangga melalui media pot yang dimodifikasi.
Inovasi pengolahan sampah tersebut memungkinkan sampah langsung diproses menjadi nutrisi bagi tanaman yang tumbuh di dalamnya. Bunda Rai mengapresiasi inovasi tersebut seraya mendorong agar masyarakat segera menanam berbagai bantuan bibit yang telah diberikan.
Bibit-bibit ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai tanaman percontohan bagi masyarakat lainnya di Kabupaten Tabanan.
Langkah sederhana tersebut dinilai dapat memberikan manfaat apabila masyarakat melakukannya secara konsisten. Upaya ini sangat penting dalam mendukung ketahanan sekaligus perekonomian keluarga pada kondisi saat ini.
“Bantuan-bantuan bibit yang sudah diberikan bisa digunakan sebagai percontohan bagi warga. Walaupun tidak banyak, tetapi sangat berpengaruh, apalagi dalam kondisi saat ini sangat bermanfaat untuk membantu perekonomian warga. Adanya lubang-lubang biopori juga harus dimanfaatkan dengan baik,” pesannya.
Melihat potensi lahan yang tersedia, Bunda Rai menilai program Aku Hatinya PKK di Desa Sesandan memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih optimal. “Ini sudah bagus, semua tanaman yang dicari ada, terutama dengan lahan yang besar ini, hanya perlu ditata saja dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa program Aku Hatinya PKK akan memberikan hasil luar biasa apabila diterapkan secara berkelanjutan dan disertai pembinaan rutin.
Pemanfaatan lahan di lokasi tersebut juga dilengkapi dengan budidaya ikan lele, kandang ayam, hingga tanaman yang menghasilkan madu murni kele-kele.
Beragam potensi tersebut dinilai dapat menjadi contoh penerapan pemanfaatan lahan secara terpadu. Pekarangan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menghasilkan pangan dan memberikan nilai tambah bagi keluarga.
Roadshow kemudian berlanjut ke SMK Bintang Persada untuk melihat langsung kreativitas para siswa dalam mengembangkan inovasi ramah lingkungan. Salah satu inovasinya adalah pembuatan Lerazym Clean, yakni sabun cair ramah lingkungan berbahan dasar eco enzyme dan ekstrak buah Lerak.
Eco enzyme ini berasal dari fermentasi limbah organik, khususnya sisa buah dan sayuran dari kegiatan praktik siswa di jurusan kuliner.
“Fermentasi eco enzyme selama 3 bulan yang biasanya dimanfaatkan untuk tanaman, kami manfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat sabun cair ramah lingkungan yang dibuat oleh siswa jurusan Farmasi,” ujar salah satu penggagas inovasi, Miss Gung Dyah.
Ia menambahkan bahwa sabun ramah lingkungan tersebut dibuat tanpa bahan kimia dan sudah dipakai untuk kegiatan di sekolah. Sabun ini dimanfaatkan untuk mencuci perabotan hingga pakaian, khususnya yang berbahan kain Endek.
Kreativitas generasi muda dari SMK Bintang Persada mendapat apresiasi positif dari Bunda Rai dan jajarannya. Ia mendorong para siswa agar terus mengembangkan inovasi serupa, mengingat mereka juga mampu memanfaatkan limbah produksi menjadi kerajinan tangan.
Menurutnya, sampah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk bermanfaat sekaligus bernilai ekonomis.
Selanjutnya, Bunda Rai menuju Banjar Sinjuana dan Banjar Dukuh, Desa Beraban, Kediri, untuk melihat kesiapan serta pelaksanaan Lomba Telajakan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan sejumlah arahan kepada peserta agar penataan lingkungan dapat dilakukan lebih maksimal.
“Kebersihannya sudah dilakukan dengan baik, tinggal bagaimana penataannya bisa dibuat lebih tertata lagi,” pesannya.
Kunjungan terakhir dilakukan di SMP Negeri 3 Kediri untuk meninjau langsung pengelolaan sampah berbasis sumber di sekolah tersebut. Inovasi ini dinamakan Simponi (Sistem Pengelolaan Sampah Organik non Organik Inovatif) dengan slogan ASA (Ada Sampah Ambil) yang dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk kerajinan.
Bunda Rai mengapresiasi keterlibatan aktif para siswa dalam menjaga lingkungan sekaligus mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Menutup rangkaian roadshow, Bunda Rai menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh komponen dalam mengikuti penilaian lomba dan menciptakan inovasi. Seluruh persiapan dan pelaksanaan di masing-masing lokasi telah dilakukan dengan baik serta menunjukkan semangat dalam mendukung program PKK.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. Partisipasinya sudah baik, inovasi-inovasinya juga sudah bagus, dan mudah-mudahan bisa terus dikembangkan,” ujarnya. Ht-MD



