Nakes dan Guru Jadi Kebutuhan Terbesar dalam Usulan ASN Pemprov Bali

DENPASAR, MataDewata.com | Kebutuhan tenaga kesehatan dan guru menjadi perhatian utama dalam usulan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Bali. Hal ini, sesuai dengan kebutuhan tenaga kesehatan di beberapa rumah sakit di Bali, begitu juga dengan sekolah yang dikelola oleh Pemprov Bali.

Pengajuan ASN yang dilakukan berkaitan dengan banyaknya unit pelayanan yang berada di bawah Pemprov Bali, mulai dari sekolah hingga rumah sakit. Hal itu, disampaikan oleh Kepala Bagian BKPSDM Provinsi Bali, Drs. I Wayan Budiasa, M.Si., saat ditemui oleh awak media di kantor BKPSDM Bali, Senin (24/8/2026).

Baca juga :  PLN Hadir di Car Free Day Renon, Warga Bali Antusias Manfaatkan Diskon Tambah Daya 50%

“Oh tentu, kalau bicara… bicara OPD yang membutuhkan, biasanya ini kan terkait dengan nakes biasanya, tenaga kesehatan. Sudah itu di luar itu juga tentu saja guru,” ujar Budiasa. Ia menerangkan, saat ini sekolah yang dikelola Pemerintah Provinsi Bali masih membutuhkan tenaga pendidik, terutama untuk SMA, SMK dan SLB. Sementara itu, tenaga kesehatan juga diajukan untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah rumah sakit di Bali.

Baca juga :  Pegadaian Kanwil VII Denpasar Serahkan 250 Paket Sembako untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bali

“Kami kan mengelola guru SMA, SMK, sama SLB. Kalau tenaga kesehatan juga tentu kita berbicara ada rumah sakit, ada Rumah Sakit Bali Mandara, ada Rumah Sakit Dharma Yadnya, ada Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahottama,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, kebutuhan tenaga kesehatan dibutuhkan di Dinas Kesehatan untuk mendukung pekerjaan administrasi kesehatan. “Di luar itu, nakes juga kan dibutuhkan berkaitan pengadministrasian kesehatan juga kan ada di Dinas Kesehatan,” lanjutnya.

Baca juga :  Di Era AI, Benarkah Perpustakaan Masih Jadi Sumber Pengetahuan? Temukan Jawabannya di Perpustakaan Provinsi Bali

Karena itu, kebutuhan guru dan tenaga kesehatan menjadi perhatian dalam pengajuan ASN, karena keduanya masih membutuhkan banyak SDM. “Sehingga hal ini yang kalau boleh digarisbawahi, ini yang memang membutuhkan secara spesifik kebutuhannya yang lebih banyak, sehingga itu salah satu yang menjadi tolok ukur untuk pengajuan ke pusat,” tutupnya. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button