Di Era AI, Benarkah Perpustakaan Masih Jadi Sumber Pengetahuan? Temukan Jawabannya di Perpustakaan Provinsi Bali

DENPASAR, MataDewata.com | Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara masyarakat mencari informasi. Meski demikian, Perpustakaan Provinsi Bali meyakini keberadaan perpustakaan tetap memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan sekaligus ruang belajar yang mampu melengkapi kebutuhan informasi masyarakat di era digital.

Kepala Subbagian Perpustakaan Provinsi Bali, I Nyoman Ananta Krisna, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kunjungan masyarakat melalui berbagai program literasi, promosi di media sosial, serta layanan perpustakaan keliling.

“Perpustakaan tetap menjadi sumber ilmu pengetahuan. Kami berharap semakin banyak masyarakat mengenal dan memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar dan mencari referensi. Salah satunya kami menghadirkan perpustakaan keliling setiap minggu di Car Free Day Renon. Selain itu, banyak sekolah yang juga mengundang perpustakaan keliling untuk hadir dalam kegiatan mereka,” ujarnya saat ditemui di Perpustakaan Provinsi Bali, Senin (3/7/2026).

Baca juga :  "Pustakeling Ayang Ebeb" Sambut Hari Raya Saraswati

Selain memperluas layanan, perpustakaan juga rutin menambah koleksi buku sesuai kebutuhan pembaca.
“Kami memiliki tim yang menyeleksi buku. Pengunjung biasanya kami tanyakan buku apa yang mereka cari. Kalau belum ada, kami usahakan untuk mengadakannya,” ujar Ananta.

Perpustakaan Provinsi Bali mengalokasikan sekitar Rp150 juta untuk pengadaan sekitar 1.000 eksemplar buku baru di Tahun 2026. Jumlah ini, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 500 eksemplar. Selain, pengadaan buku, koleksi juga bertambah melalui layanan deposit dari penerbit dan percetakan di Bali.

Baca juga :  Jaga Estetika Wilayah, Badung Tertibkan Utilitas di Wilayah Darmasaba

Perpustakaan Provinsi Bali berencana mengembangkan konsep third place, yakni ruang publik yang nyaman untuk membaca, belajar, berdiskusi dan berinteraksi. “Harapannya orang datang bukan hanya untuk meminjam buku, tetapi juga membaca, berdiskusi, dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat berkegiatan,” terangnya.

Namun, dibalik berbagai pengembangan itu, hingga saat ini perpustakaan daerah Provinsi Bali masih menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya manusia. “Tantangan utama memang SDM. Banyak pustakawan yang akan pensiun, sementara penggantinya tidak mudah karena tidak semua pegawai memiliki kompetensi sebagai pustakawan,” tutupnya. On-MD

Baca juga :  Masih Banyak β€œPR” Pj Gubernur Mahendra Jaya Minta Semua Pihak Jangan Terlena Angka Indikator Kesehatan Bali di atas Nasional

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button