Manajemen Talenta Pemprov Bali Buka Peluang Karier ASN Berbasis Sistem

DENPASAR, MataDewata.com | Pemerintah Provinsi Bali menerapkan manajemen talenta sebagai bagian dari pengelolaan karier ASN berbasis sistem. Penilaian dilakukan dengan melihat sejumlah aspek yang dimiliki setiap pegawai secara transparan, adil dan akuntabel.

Kepala Bagian BKPSDM Provinsi Bali, Drs. I Wayan Budiasa, M.Si., mengatakan sistem yang digunakan mencakup empat aspek utama, yakni kualifikasi, kompetensi, kinerja dan disiplin. Hal itu, disampaikannya saat ditemui di kantor BKPSDM Bali, Senin (24/8/2026).

“Berkaitan dengan kualifikasi. Kualifikasi itu tentu kita bicara pendidikan di sana. Teman-teman ayo deh berkembang berkaitan dengan kualifikasi, mungkin tadi D3 ayo kejar S1, dari S1 ayo kejar S2, kalau S2 juga bisa punya kesempatan kejar juga S3,” ujar Budiasa.

Baca juga :  Kuatkan Gotong Royong Melalui Lomba Mancing, Bupati Komang Sanjaya Dukung Sekaa Truna

Selain itu, pemerintah provinsi Bali juga men untuk meningkatkan kompetensi melalui berbagai pendidikan dan pelatihan. Selanjutnya, penilaian dilengkapi dengan aspek kinerja dan disiplin sebagai bagian dari penentuan posisi pegawai dalam sistem manajemen talenta.

“Kedua, kompetensi. Ada diklat-diklat, diklat kepemimpinan/struktural, ada diklat fungsional. Ayo teman-teman ikutin, ada kesempatan ikuti dengan baik sehingga bisa mendapatkan sertifikat. Yang ketiga, berkaitan dengan kinerja, ada SKP dan LKP dan terakhir, ada disiplin,” ujarnya.

Baca juga :  Bupati Tamba Serahkan Dana Hibah Rp1 Miliar kepada FKUB Jembrana

Menurutnya, sistem talenta memberikan kesempatan yang lebih terbuka bagi ASN karena penilaian dilakukan berdasarkan data. “Ketika 9 kuadran itu, sering saya menyampaikan kepada teman-teman PNS,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menilai sistem berbasis digital dapat membuat proses pengembangan karier ASN lebih terbuka dan transparan, sekaligus mengurangi peluang terjadinya gratifikasi.

“Ketika kita bicara integritas, bicara kualitas dan kinerja, dengan berbasis pada sistem Manajemen Talenta atau segala sesuatu yang berbasis pada digitalisasi, itu dengan sendirinya akan berkurang, bahkan sampai pada titik nol,” tuturnya.

Baca juga :  Puncak Karya Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung

Budiasa meyakini, sistem tersebut mampu membuat proses pengembangan karier lebih terbuka sehingga setiap pegawai memiliki peluang yang lebih setara. “Karena apa? Ini kembali kepada semua orang bisa melihat. Ketika keterbukaannya jelas, artinya fairness-nya jelas, equality-nya jelas,” pungkasnya.

Melalui sistem manajemen talenta, pengembangan karier ASN dinilai berdasarkan pangkat, golongan, kemampuan, kinerja dan kedisiplinan pegawai. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button