12 Weton Sabdo Dadi Menurut Primbon Jawa

DENPASAR, MataDewata.com | Ucapan seseorang yang secara kebetulan selalu menjadi kenyataan dikenal sebagai manifestasi dari energi spiritual tingkat tinggi bernama Sabdo Dadi atau Si Pahit Lidah. Sabdo berarti perkataan dan Dadi berarti terjadi. Memiliki kekuatan spiritual yang membuat tutur kata seseorang menjadi sakti serta memengaruhi realitas.
Istilah ini kerap disandingkan dengan frasa Idu Geni atau ludah api untuk menggambarkan betapa cepatnya energi ucapan tersebut menjelma menjadi kenyataan.
Menjaga lisan dan kesucian hati, kekuatan Sabdo Dadi akan menjadi doa mustajab yang mendatangkan kelimpahan rezeki serta kebaikan
Seseorang yang didampingi energi Sabdo Dadi umumnya memiliki ciri khas berwatak pendiam namun sangat tegas, berkarisma tinggi, peka, serta memiliki jiwa pengayom. Kekuatan utama pemilik keistimewaan ini berakar dari batin dan firasat yang luar biasa tajam.
Kepekaan batin tersebut kerap menangkap sinyal masa depan secara tidak sadar melalui firasat, pengalaman deja vu, maupun mimpi visioner (Wahyu Tumurun). Selain itu, mereka memiliki wadah spiritual besar yang mempermudah dalam menyerap ilmu kebatinan, meditasi, dan spiritualitas.
Berdasarkan perhitungan Primbon Jawa, terdapat 12 kombinasi weton yang dipercaya mewarisi energi ucapan bertuah ini. Kelompok weton tersebut meliputi Senin Pon dengan neptu 11 berwatak Lakuning Srengenge.
Selasa Pon dengan neptu 10 berwatak Sangar Waringin, Rabu Pon dengan neptu 14 berwatak Lakuning Rembulan, Rabu Kliwon dengan neptu 15 berwatak Lakuning Srengenge, Kamis Pon dengan neptu 15 berwatak Lakuning Srengenge.
Kamis Kliwon dengan neptu 16 berwatak Lakuning Banyu, Kamis Legi dengan neptu 13 berwatak Lakuning Lintang, Jumat Pon dengan neptu 13 berwatak Lakuning Lintang, Jumat Kliwon dengan neptu 14 berwatak Lakuning Rembulan.
Sabtu Pon dengan neptu 16 berwatak Waseso Segoro, Sabtu Legi dengan neptu 14 berwatak Lakuning Rembulan, serta Minggu Pon dengan neptu 12 berwatak Bumi Kapetak.
Memiliki energi Idu Geni menuntut kedewasaan emosional yang tinggi karena sumpah serapah saat emosi memuncak dapat membawa dampak destruktif bagi orang lain sekaligus memicu bumerang karma kualat bagi pemiliknya.
Untuk mengendalikan potensi energi tersebut, pemilik weton disarankan melatih puasa bicara (Bisu Tapa) saat emosi memuncak, mengalihkan ucapan menjadi afirmasi serta doa positif, serta menjauhi sifat sombong. Rts-MD



