Prospek Cuaca Bali Seminggu ke Depan, Waspadai Potensi Gelombang Tinggi serta Hujan Tidak Merata

DENPASAR, MataDewata.com | Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan rilis prospek cuaca mingguan wilayah Bali yang berlaku mulai 29/10/2026 hingga 4/11/2026. Secara umum kondisi cuaca di Bali diprakirakan berawan hingga berpotensi hujan ringan secara tidak merata dengan suhu udara berkisar antara 20 hingga 33 derajat Celsius serta kelembaban udara 65 hingga 95 persen.

Berdasarkan analisis meteorologi, kondisi cuaca ini dipicu oleh massa udara basah yang terkonsentrasi pada lapisan permukaan hingga 700 hPa atau kedalaman 3.000 meter di wilayah Bali.

Baca juga :  Gubernur Koster Paparkan Strategi Besar di Tingkat Nasional

Selain itu, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi aktif di wilayah Bali turut memicu potensi pembentukan awan hujan, meskipun saat ini Bali masih berada pada periode musim kemarau dengan suhu muka laut berkisar antara 26 hingga 30 derajat Celsius.

Untuk periode 29/10/2026 hingga 1/11/2026 serta 2/11/2026 hingga 4/11/2026, angin umumnya bertiup dari arah Timur ke Selatan dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 35 kilometer per jam.

Baca juga :  HUT Ke-80 Bhayangkara, Pemerintah Kabupaten Tabanan Dorong Kolaborasi Berkelanjutan dengan Polri Mewujudkan Masyarakat Aman dan Sejahtera

Tinggi gelombang laut di Perairan Utara Bali dan Selat Lombok bagian Utara diprediksi berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter. Sementara itu, tinggi gelombang di Selat Badung serta Selat Bali bagian Selatan diperkirakan mencapai 0,5 hingga 2,0 meter, sedangkan Selat Lombok bagian Selatan dan Perairan Selatan Bali berpotensi mencapai 1,0 hingga 3,0 meter.

BBMKG Wilayah III Denpasar di bawah kepemimpinan Cahyo Nugroho mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat secara tidak merata, serta potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, dan Perairan Selatan Bali.

Baca juga :  Bupati Wakatobi Belajar Kembangkan Produk Lokal dan Pariwisata ke Bali

Masyarakat umum, nelayan, serta pelaku wisata bahari diminta mewaspadai potensi gelombang tinggi tersebut. BMKG turut mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, menggunakan tabir surya saat keluar ruangan, mematuhi ketersediaan air pada sektor pertanian, serta tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan guna mencegah risiko kebakaran. Rooy-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button