Dorong Penguatan Ekonomi Domestik, di Tengah Gempuran Investasi Asing di Bali

DENPASAR, MataDewata.com | Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali mendorong penguatan ekonomi domestik atau lokal terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetap mendapat ruang untuk tumbuh dan berkembang ditengah masifnya gempuran Investasi Asing di Bali.
Melalui Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov), Kadin Bali menghimpun berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di daerah. Hasil pembahasan ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi untuk dibawa ke ajang Rapimnas Kadin. Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) berlangsung di Kantor Kadin Bali, di JL. Mawar, No.3, Denpasar, Bali, 80232, Jl. Mawar No.1, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara, Kamis (25/9/2026).
Ketua Kadin Bali, I Made Ariandi, menegaskan, dorongan tersebut perlu mendapat perhatian serius mengingat UMKM mendominasi porsi terbesar pelaku usaha di Indonesia. Oleh karena itu, aspirasi dari daerah harus dikawal hingga ke tingkat nasional.
“UMKM itu 99% dari 65 juta itu, 90-an persen itu UMKM. Kenapa nggak itu diseriusin?,” tegas Ariandi.
Memperjuangkan kepentingan UMKM dinilai sebagai bagian tak terpisahkan dari peran Kadin. Baginya, mendampingi serta menyuarakan aspirasi dunia usaha merupakan tanggung jawab mendasar yang terus dijalankan. “Itu tugas pokok Kadin,” ujarnya.
Kadin Bali mendorong penguatan UMKM diwujudkan lewat aksi nyata, bukan sekadar wacana, agar pelaku usaha lokal mampu bertahan di tengah sengitnya persaingan pasar. Pihaknya, tetap optimistis peluang UMKM untuk naik kelas terbuka lebar dan meminta para pelaku usaha tidak bersikap pesimistis, meski tantangan ekonomi tidak mudah.
“Optimis! Harus tetap optimis. Saya sebagai di Kadin bilang, ‘Waduh, ini berat nih,’ jangan dong! Ada caranya,” kata Ariandi. Ia memastikan berbagai persoalan dunia usaha di daerah tidak akan selesai di tingkat Rapimprov saja. Hasil rumusan ini siap diboyong ke Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin agar bisa disampaikan langsung kepada pihak pemerintah dan kementerian terkait.
“Nanti di Rapimnas kita dorong dengan paper yang jelas. Tembusannya kalau perlu ke Menteri langsung, tembusannya ke para pihak. Nanti ada caranya menembuskannya. Paling sedikit saya sebagai Ketua Kadin, kita harus bersuara,” pungkasnya.
Melalui langkah ini, Kadin Bali berharap suara pelaku UMKM di daerah mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Dengan demikian, pengusaha lokal tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri di tengah gempuran investasi asing. On-MD



