Mengenal Lebih Dekat Yayasan Gayatri Widya Mandala Tabanan: Pusat Pelayanan Sosial Berbasis Budaya dan Kemandirian

TABANAN, MataDewata.com | Mengenal lebih dekat Yayasan Gayatri Widya Mandala Tabanan sebagai pusat pelayanan sosial berbasis budaya dan kemandirian. Berdiri sejak tahun 2014, Yayasan Gayatri Widya Mandala (YGWM) yang berlokasi di Jalan Wibisana No. 11, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali, terus konsisten mendedikasikan diri di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
Mengusung motto “Jangan Menunggu Kaya Baru Beryadnya, Beryadnyalah Maka Anda Akan Semakin Kaya”, yayasan ini hadir sebagai wadah pengasuhan sekaligus pusat pemberdayaan bagi anak-anak terlantar dan kurang mampu.
Secara legalitas, YGWM didirikan oleh Ram Teckchand Manwani, Made Dody Lendra, I Wayan Lendera, dan Eriana Herlisanti. Keberadaan yayasan ini telah resmi berbadan hukum berdasarkan Akta Notaris Surdjono Arham, S.H., M.Kn. Nomor 4 Tahun 2014 serta Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI. Selain itu, YGWM juga mengantongi izin terdaftar di Dinas Sosial Provinsi Bali dan Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI. Gedung sekretariatnya yang terletak di Jalan Wibisana secara resmi diresmikan oleh Bupati Tabanan pada 1 Juni 2015.
Saat ini, YGWM secara aktif mengasuh dan membina sebanyak 35 orang anak melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang dikelolanya. Dalam mendukung masa depan mereka, yayasan memastikan anak-anak asuh mendapatkan akses pendidikan formal mulai dari tingkat PAUD hingga Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK) di sekolah-sekolah terdekat.
Sejak tahun 2019, yayasan juga memperluas jangkauan sosialnya dengan mendirikan layanan PAUD gratis (TPA/KB) bagi warga kurang mampu, yang kemudian dikembangkan dengan sistem day care berbasis subsidi silang pada tahun 2022.
Tidak hanya fokus pada pendidikan formal di sekolah, YGWM juga merancang program pembinaan karakter, mental, dan spiritual yang komprehensif bagi anak-anak asuh, yang mencakup: Pelestarian Adat dan Budaya Bali: Pelatihan seni bebantenan/sesaji, dharmagita/persantian, seni tabuh, seni tari, seni masakan Bali, ukir, tata rias, hingga yoga Kewirausahaan dan Kemandirian (Skill): Pelatihan TIK, seni lukis, handycraft, hingga pemanfaatan barang bekas seperti koran dan kampil beras menjadi produk bernilai jual tinggi (seperti bokor, kotak tisu, tas, dan dompet), serta pelatihan pengemasan dupa.
Pembinaan Keagamaan: Pelaksanaan ibadah Trisandhya rutin, Pasraman Sabtu-Minggu (Parsami), Dharma Wacana, Tirta Yatra, hingga pelatihan bagi pemangku dan serati.
Dalam menjalankan operasional dan misinya, YGWM tidak bergerak sendiri. Yayasan ini aktif membangun jejaring kemitraan strategis dengan berbagai pihak, mulai dari organisasi sosial (seperti anggota Paguyuban Panti Asuhan Hindu Indonesia di bawah Badan Dana Punia Hindu Nasional), dunia usaha (PT BPR Lestari Bali, Monex M.A.D., BPD Bali, serta berbagai pelaku usaha lokal), hingga instansi pemerintah daerah dan pusat.
Atas dedikasi dan tata kelola lembaganya yang transparan serta profesional, LKSA Yayasan Gayatri Widya Mandala telah sukses meraih predikat Terakreditasi B dari Kementerian Sosial RI pada tahun 2018. Kiprah sosial yayasan ini juga telah beberapa kali diliput oleh berbagai media massa nasional dan regional, serta kerap menjadi rujukan studi banding dari instansi maupun lembaga kesejahteraan sosial dari luar daerah.
Di bawah kepengurusan yang digawangi oleh Pembina Made Dody Lendra, S.ST.FT., M.Fis., Ketua Umum Wiwin Sri Pujiastuti, S.ST.FT., dan Ketua LKSA Eriana Herlisanti, S.Pd., Yayasan Gayatri Widya Mandala terus membuka diri bagi masyarakat, dermawan, maupun relawan yang ingin bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi masa depan anak-anak bangsa di Pulau Dewata. On-MD



