Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Dorong Polda Terapkan SOP Pengamanan Pariwisata dan Kegiatan Adat

DENPASAR, MataDewata.com | Rektor Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., mendorong adanya prosedur operasional standar (SOP) yang jelas dalam pengamanan pariwisata dan kegiatan adat di Bali.
Menurutnya, SOP diperlukan agar koordinasi antara kepolisian, pecalang, dan pihak terkait berjalan lebih baik. Dengan demikian, setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat ditangani sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Hal tersebut disampaikan Sudiana saat menghadiri pertemuan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., bersama jajaran PHDI Bali dan sejumlah tokoh di Kantor PHDI Provinsi Bali, Jalan Ratna No. 71, Denpasar, Kamis (22/10/2026).
Sudiana menilai, pengamanan pariwisata perlu menjadi perhatian, terutama ketika terjadi pelanggaran yang melibatkan wisatawan. Ia berharap, mekanisme penanganannya diatur secara jelas agar petugas di lapangan dapat bertindak dengan tepat.
“Selama ini, kepolisian kita juga berjaga untuk mengamankan pariwisata. Kalau ada pelanggaran oleh wisatawan, kemudian yang menangani kepolisian dengan aparat ini, harus dibuatkan SOP-nya supaya tidak panik,” kata Sudiana.
Selain sektor pariwisata, ia juga menyoroti pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan, seperti upacara Melasti yang melibatkan banyak umat dan kerap berlangsung di kawasan pantai.
Menurutnya, koordinasi antara pecalang dan aparat keamanan perlu diatur agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib tanpa mengabaikan peran masing-masing pihak.
“Kemudian, jika ada Melasti yang ramai-ramai ke pantai, di sana diperlukan SOP antara pecalang dan aparat keamanan,” ujarnya.
Sudiana menegaskan, kejelasan pembagian kewenangan antara kepolisian dan unsur adat menjadi hal penting. Dengan adanya pedoman yang jelas, setiap pihak dapat memahami batas tugasnya sehingga tidak terjadi kesalahpahaman saat menangani persoalan di lapangan.
Ia juga menyatakan kesiapan UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar untuk mendukung upaya tersebut melalui kerja sama dengan Polda Bali, termasuk memberikan pemahaman kepada jajaran kepolisian.
“Kami dari UHN Bali siap untuk bekerja sama dengan Bapak Kapolda dan jajaran. Kami siap mendukung untuk memberikan pencerahan, apakah di Polda, di Polres, atau di tempat-tempat lain,” tutupnya.
Penguatan koordinasi antara kepolisian, pecalang, dan lembaga terkait diharapkan dapat mendukung keamanan pariwisata sekaligus menjaga agar kegiatan adat di Bali berlangsung tertib dengan tetap menghormati kewenangan masing-masing pihak. On-MD



