Pemkab Jembrana Gelar Gathering Ketenagakerjaan, Dorong Kolaborasi Sektor Usaha

JEMBRANA, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan tenaga kerja melalui Gathering Ketenagakerjaan bertema “Rekrutmen Cerdas, Bisnis Berkelas” di Ballroom Ir. Soekarno, Kamis (5/11/2026). Langkah strategis ini digelar guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting tingkat pusat dan daerah, di antaranya Wakil Ketua Tim Kerja Kemitraan Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI Jules Sibarani, S.E., M.M., serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jembrana Bulkaniel Eka Putra R.M.

Turut hadir 14 perwakilan asosiasi usaha dan organisasi pekerja yang mencakup unsur pimpinan daerah dan pengurus cabang dari APINDO, SPSI, HIPMI, IWAPI, GAPENSI, KADIN, dan PHRI. Sektor swasta juga tampak antusias dengan kehadiran 47 pimpinan perusahaan dari berbagai industri strategis di Kabupaten Jembrana, mulai dari sektor pariwisata, perikanan, perdagangan, konstruksi, hingga industri pengolahan.

Baca juga :  Dispusar Gelar Bimtek SRIKANDI, Perkuat Tata Kelola Arsip Digital

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan bahwa sektor ketenagakerjaan merupakan pilar krusial penggerak ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif hanya dapat tercapai melalui sinergi yang kuat antara tiga pilar utama, yaitu pemerintah selaku regulator, pelaku usaha selaku penyedia kerja, dan masyarakat selaku angkatan kerja.

Sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2023 tentang Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan, Bupati Kembang Hartawan secara tegas meminta para pengusaha untuk memaksimalkan penggunaan teknologi digital dan menjamin hak-hak perlindungan kerja.

Baca juga :  Tumpek Landep Momentum Mempertajam Sikapi Wisman Nakal

“Saya mengingatkan para pengusaha untuk patuh menggunakan Aplikasi SIAPkerja, utamanya dalam dua hal yaitu Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) secara berkala setiap tahun, dan Wajib Melaporkan Lowongan Pekerjaan (Karirhub) secara terbuka untuk menjamin akses yang adil bagi tenaga kerja lokal,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

Beliau menambahkan bahwa di balik kewajiban tersebut, Aplikasi SIAPkerja memberikan keuntungan besar bagi bisnis, seperti efisiensi biaya rekrutmen yang gratis, akses kandidat terverifikasi bebas data palsu, SDM tersertifikasi, serta peningkatan kredibilitas perusahaan. Selain kepatuhan digital, Bupati juga menekankan pentingnya perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja.

“Selain kepatuhan digital, perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan adalah hal wajib. Manfaat nyata yang didapat perusahaan meliputi pengalihan risiko finansial di mana santunan kecelakaan kerja atau kematian sepenuhnya diambil alih BPJS sehingga arus kas perusahaan tetap aman, meningkatkan loyalitas dan produktivitas pekerja, serta membangun citra positif perusahaan,” tegasnya.

Baca juga :  Eksekutif-Legislatif Kompak, Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Resmi Disepakati

Untuk mewujudkan visi pembangunan daerah, Bupati Jembrana mengajak seluruh sektor untuk mengambil peran aktif. Pemerintah sebagai fasilitator yang responsif, dunia usaha sebagai motor ekonomi dan mitra strategis yang taat aturan, serta masyarakat yang proaktif meningkatkan kompetensi dan etos kerja di era digital. Melalui forum ini, Pemkab Jembrana optimistis dapat melahirkan kolaborasi lintas sektor yang solid bagi kemajuan daerah. Hj-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button