Atasi Defisit Air di Badung Selatan, Tiga Fraksi DPRD Dorong Perumda Tirta Mangutama Kembangkan SWRO

BADUNG, MataDewata.com | Krisis air bersih yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Badung Selatan menjadi perhatian serius jajaran DPRD Kabupaten Badung. Secara kompak, fraksi-fraksi di DPRD Badung menyuarakan isu tersebut dan mendorong solusi konkret, mulai dari peningkatan kapasitas pasokan hingga pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) guna mengolah air laut menjadi air tawar.
Sorotan strategis tersebut disuarakan di hadapan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam Rapat Paripurna ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026β2027 di Ruang Sidang Utama Gosana, Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Kamis (5/11/2026).
Sekretaris Fraksi Golkar, I Gede Suraharja, S.H., menegaskan bahwa penambahan modal bagi Perumda Air Minum Tirta Mangutama harus berdampak langsung pada peningkatan pelayanan air bersih. βSWRO layak dikaji sebagai alternatif sumber air baku tambahan ketika pasokan konvensional tidak cukup atau tidak andal,” usulnya.
Kegelisahan serupa disampaikan Ketua Fraksi Partai Gerindra, I Wayan Puspa Negara, yang menyoroti krisis air di wilayah Pecatu, Kutuh, Ungasan, hingga Jimbaran. Pihaknya mendorong percepatan peningkatan debit air dari 800 liter per detik menjadi 2.000 liter per detik. “Perluasan jaringan dan perkuatan pengadaan teknologi desalinasi dengan metode SWRO pengubahan air laut menjadi air tawar sangat diperlukan,” paparnya.
Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan melalui I Made Rai Wirata memberikan penekanan keras agar jajaran direksi Perumda menuntaskan persoalan krisis air di daerah Kuta Selatan, seiring disetujuinya penyertaan modal tahap awal tahun 2027 sebesar Rp37 miliar dari total komitmen Rp150 miliar.
“Sehingga tidak ada alasan lagi direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama mengeluh atas kekurangan modal untuk menuntaskan krisis air tersebut, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” terang Rai Wirata. Db-MD



