PSEL Bali Dinilai Jadi Percontohan Nasional, Wawali Arya Wibawa Perkuat Sinergi Pengelolaan Sampah

DENPASAR, MataDewata.com | Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menerima kunjungan Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara, Prof. Dr. Muliaman Darmansyah Hadad, dalam rangka peninjauan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali di Jalan Raya Pelabuhan Nomor 7X, Pedungan, Denpasar Selatan, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, PT PLN (Persero) Pusat, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), serta para pemangku kepentingan lainnya.

Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara, Prof. Dr. Muliaman Darmansyah Hadad, menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi (Waste to Energy) di Bali yang dinilainya menunjukkan kemajuan sangat baik dan konkret. Menurutnya, proyek ini memiliki potensi besar untuk menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga :  HUT ke-66 Provinsi Bali; Mahendra Jaya Berikan Hormat dan Penghargaan kepada Para Pendiri, Pejuang, dan Pemimpin Bali

Ekosistem kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, PLN, investor, hingga unsur TNI menjadi kekuatan utama dalam membangun pengelolaan proyek secara terintegrasi, yang diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan, kesehatan, sosial, maupun ekonomi masyarakat.

“Proyek PSEL Bali diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pengelolaan sampah nasional yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi berkelanjutan,” ujar Prof. Muliaman.

Menyambut hal tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, yang didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Merta, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, menilai penanganan sampah merupakan tantangan perkotaan yang membutuhkan komitmen nyata.

Baca juga :  PLN Bersama Mitra Resmikan SPKLU Center Berkapasitas 1,1 MW di Denpasar

Karena itu, pengembangan PSEL Bali diharapkan menjadi salah satu solusi strategis dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi. “Melalui penerapan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan, sampah tidak lagi semata-mata dipandang sebagai persoalan, tetapi juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi sumber energi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” papar Arya Wibawa.

Terkait progres pembangunan teknis, Direktur Utama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Fadli Rahman, menjelaskan bahwa fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas enam hektare tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah 1.500 ton per hari dan potensi produksi listrik sebesar 240 GWh per tahun dengan kapasitas energi rata-rata 30 MW.

Baca juga :  Bupati Satria Tinjau Program Bedah Rumah, Rehab, dan Sambungan Rumah di Desa Tegak

Pihaknya memastikan kelengkapan regulasi seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan rekomendasi teknis ketinggian dari otoritas bandara telah sepenuhnya diperoleh, bersamaan dengan rampungnya penyusunan Basic Engineering Design yang memuat 386 gambar desain teknis.

Fadli Rahman menambahkan bahwa proyek yang ditargetkan rampung dalam waktu 24 bulan ini tengah mengebut proses pemesanan dan fabrikasi mesin utama. Di lapangan, pekerjaan konstruksi pemancangan dengan metode bore pile telah menyelesaikan 723 dari total 1.100 titik dan ditargetkan rampung pada November 2026.

Di sisi lain, pembangunan pondasi waste bunker dan incinerator juga tengah berjalan dengan target penyelesaian pada Maret 2027, di mana secara keseluruhan proyek ini menyerap dan melibatkan lebih dari 700 tenaga kerja selama masa konstruksi. Hd-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button