Ketua DPRD Badung Dorong Perumda Tirta Mangutama Terapkan Teknologi SWRO

BADUNG, MataDewata.com | Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, secara tegas mendorong jajaran direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera mengembangkan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).

Langkah pengolahan air laut menjadi air tawar ini dinilai sebagai salah satu solusi paling rasional guna mengatasi keterbatasan pasokan air bersih di wilayah Badung Selatan.

Hal tersebut diungkapkan Anom Gumanti seusai memimpin Rapat Paripurna ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung DPRD Kabupaten Badung, Kamis (5/11/2026). Ia menilai, penyelesaian kebutuhan air di kawasan pariwisata Kuta Selatan membutuhkan terobosan teknologi yang terukur.

Baca juga :  Jaga Netralitas Pemilu, Dewa Made Indra Minta ASN Hanya Beri Dukungan di TPS

“Salah satunya adalah ketika melaksanakan yang namanya penyelesaian kebutuhan air di Badung ini. Jadi, dewan mendorong agar terutama direksi untuk melaksanakan atau mungkin melakukan teknologi SWRO. Artinya bagaimana mengolah air laut untuk bisa menjadi air bersih,” ujar Anom Gumanti.

Lebih lanjut, ia mengaku telah mencermati sejumlah upaya yang dilakukan jajaran direksi Perumda Tirta Mangutama dalam mencari alternatif sumber pasokan air baru. Pasalnya, selama ini pasokan air untuk wilayah Kuta Selatan sangat bergantung pada ketersediaan air permukaan dari Dam Estuari.

Baca juga :  Gubernur Wayan Koster dan Tjok Oka Sukawati Resmikan Pasar Rakyat Tematik Wisata Ubud

“Mudah-mudahan ini bisa dilakukan. Saya juga sudah melihat upaya-upaya dari direksi beserta seluruh jajarannya bahwa yang dulunya mengandalkan dam estuari untuk suplai ke Kuta Selatan, kini mulai mencari alternatif lain,” tambahnya.

Anom Gumanti optimistis bahwa melalui dukungan penyertaan modal dari pemerintah daerah yang telah disetujui DPRD, peluang penambahan infrastruktur sumber pasokan air bersih akan semakin terbuka lebar.

Baca juga :  Bupati Giri Prasta Respon Foto Retakan Tebing Pura Luhur Uluwatu

“Apalagi nanti di kemudian hari kalau memang SWRO ini bisa berjalan, jadi saya kira kebutuhan air di Kuta Selatan mudah-mudahan secara perlahan bisa teratasi,” pungkas pimpinan dewan tersebut. Db-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button