Festival Seni Budaya XV Tahun 2026, Langkah Nyata Pemkab Badung Lestarikan Budaya Lokal
Libatkan 1.925 Seniman dan 81 UMKM

BADUNG, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui Dinas Kebudayaan kembali menggelar Festival Seni Budaya (FSB) Kabupaten Badung XV Tahun 2026. Pembukaan perhelatan akbar ini ditandai secara simbolis lewat prosesi penancapan kayonan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dan jajaran Forkopimda di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (4/11/2026).
FSB XV tahun ini diselenggarakan mulai tanggal 4 hingga 16 November 2026 dengan mengangkat tema utama “Sani Buddhayah Taya Ning Rat”. Frasa mendalam tersebut mengandung filosofi bahwa Seni Budaya Merupakan Sinar Bagi Hati dan Dunia.
Seusai membuka acara, Bupati Adi Arnawa memberikan apresiasi yang tinggi kepada para seniman, budayawan, serta seluruh panitia yang terlibat. Ia menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah nyata Pemkab Badung dalam melestarikan seni dan budaya lokal. Kebijakan ini dinilai sangat strategis sebagai benteng pertahanan identitas diri di tengah gempuran arus globalisasi yang kian masif.
“Tentu saya berharap dengan kekuatan identitas budaya inilah kita bisa menjadi satu pertahanan yang kuat terutama dalam menjaga dan melestarikan budaya yang merupakan warisan daripada para leluhur kita ini.
Festival ini kita jadikan sebagai momentum bagaimana kita berpihak kepada budaya lokal sekaligus juga memberikan ruang kepada para seniman dan generasi muda untuk menunjukkan seni dan kreativitasnya,” jelas Adi Arnawa didampingi Bagus Alit Sucipta.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, menyampaikan bahwa FSB Badung tahun ini dikemas menarik melalui berbagai metode penampilan, yang meliputi Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Reksadana (Pagelaran), serta Kandarupa (Pameran).
Sukadana menyebutkan festival kali ini tampil lebih kaya karena tidak hanya diikuti oleh seniman lokal dari seantero Pulau Bali. Ajang seni ini juga diramaikan oleh seniman dari luar daerah, seperti sekaa kesenian dari Disbudpar Bandung, Jawa Barat, dan sanggar seni asal Provinsi Sumatera Barat.
“Peserta Festival Seni Budaya Kabupaten Badung tahun ini kurang lebih berjumlah 1.925 orang seniman. Berasal dari 1.421 seniman karawitan, 386 seniman tari, 78 seniman musik, 10 seniman seni rupa, dan 30 seniman partisipan dari luar Bali. Selain para seniman, peserta festival ini diisi dengan 81 UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dari Kabupaten Badung,” terang Sukadana.
Acara pembukaan bergengsi tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan dan Anggota DPRD Badung, Sekretaris Daerah IB. Surya Suamba, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Ketua Organisasi Kewanitaan beserta anggota, perwakilan Komite Ekonomi Kreatif, Listibiya Badung, jajaran Camat, Lurah, Perbekel, hingga Bendesa Adat se-Kabupaten Badung. Hb-MD



