PLN Bali Terapkan Smart Grid, Gangguan Jaringan Listrik 20 kV Terdeteksi dalam Hitungan Detik

DENPASAR, MataDewata.com | PT PLN (Persero) terus memodernisasi kelistrikan di Bali melalui penerapan Smart Grid atau jaringan listrik pintar. Melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali, PLN kini memanfaatkan sensor digital dan sistem komunikasi cerdas untuk memantau jaringan secara real-time dari Control Center, Rabu (28/10/2026).

Penerapan teknologi ini mengubah pemantauan manual menjadi otomatisasi digital. Kondisi jaringan seperti beban listrik, tegangan, hingga titik gangguan 20 kV dapat diketahui oleh operator di Control Center dalam kurun waktu kurang dari satu menit tanpa harus menunggu petugas tiba di lapangan.

Baca juga :  Sambut Nataru 2024 PLN Bali Siagakan Ribuan Pasukan Pengamanan Pasokan Listrik

Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra menjelaskan bahwa Smart Grid merupakan kunci utama transformasi digital PLN di Pulau Dewata.

“Inilah yang kita sebut Smart Grid. Sensor-sensor pintar yang kita pasang di seluruh Bali terhubung dengan sistem komunikasi. Jadi tanpa harus ke lapangan, kita sudah dapat informasi yang cepat dan akurat. Keputusan untuk manuver jaringan dan pemulihan listrik bisa kita ambil jauh lebih cepat,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).

Petrus menambahkan bahwa sistem pintar ini sangat membantu operasional di Bali yang memiliki mobilitas tinggi. Kemacetan lalu lintas di kawasan wisata seperti Kuta dan Canggu tidak lagi menjadi penghambat karena operator sudah mengantongi data awal secara presisi. Saat terjadi gangguan, operator dapat melakukan remote switching untuk mengisolasi titik masalah serta memulihkan aliran listrik di wilayah yang tidak terdampak secara cepat.

Baca juga :  Bupati Mahayastra Lantik 169 Pejabat di Lingkungan Pemkab Gianyar

Sementara itu, Asisten Manager Perencanaan PLN UP2D Bali I Made Eka Saputra menyampaikan bahwa fondasi jaringan pintar ini dibangun bertahap sejak 2002 dan diimplementasikan secara masif sejak 2023 hingga sekarang.

“Ini adalah perjalanan panjang digitalisasi. Tujuan akhirnya adalah jaringan yang andal, efisien, dan siap mendukung energi bersih di Bali,” jelas Eka.

Baca juga :  PLN Nyalakan Gedung Estetik RSUP Prof. Ngoerah

Selain mendukung kesiapan menghadapi potensi bahaya cuaca ekstrem pada musim hujan, Smart Grid juga terintegrasi langsung dengan aplikasi PLN Mobile untuk memantau status kelistrikan secara transparan. Inovasi ini sejalan dengan semangat Bali Energi Bersih serta filosofi Tri Hita Karana dalam menghadirkan pelayanan listrik modern yang andal dan berkelanjutan. Ln-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button