Gubernur Koster Dorong Penguatan Akses Pembiayaan UMKM Perkokoh Perekonomian Bali

BADUNG, MataDewata.com | Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri International Fora for Kredit Program Pemerintah 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di Grand Ballroom The Mulia Hotel, Nusa Dua, Badung, Kamis (29/10/2026).

Forum internasional tersebut menjadi momentum strategis untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna memperkuat perannya sebagai penggerak utama perekonomian daerah.

Gubernur Koster menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan, menciptakan lapangan kerja, menyerap tenaga kerja lokal, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Menurutnya, kemudahan akses pembiayaan yang terjangkau, inklusif, dan berkelanjutan menjadi salah satu kunci utama agar pelaku UMKM mampu berkembang dan naik kelas.

Baca juga :  Akuratkah Ramalan Primbon Jawa? Kupas Tuntas di Sini

“UMKM bukan sekadar sektor usaha, melainkan motor penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat serta pelestari kearifan lokal di Provinsi Bali. Kita semua menyadari bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah adalah tulang punggung perekonomian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global,” ujar Gubernur Koster.

Menyongsong tahun 2027, Pemerintah Provinsi Bali mengarahkan kebijakan pembangunan pada empat langkah strategis, yakni Transformasi Ekonomi Kerthi Bali, penguatan ekosistem investasi satu pintu dan akselerasi digital, peningkatan kolaborasi dengan instansi vertikal, serta pemetaan potensi investasi prioritas.

Baca juga :  Sekda Alit Wiradana Hadiri Perayaan Natal di Gereja Yesus Gembala Yang Baik

Sektor prioritas pembangunan Bali meliputi pertanian organik, energi bersih, industri berbasis budaya dan jenama Bali, ekonomi digital dan kreatif, serta pariwisata budaya dan kesehatan (wellness tourism).

Sementara itu, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa pemerintah terus mengonsolidasikan institusi pembiayaan nasional maupun internasional guna memperluas akses permodalan UMKM. Total pembiayaan UMKM melalui KUR dan non-KUR mencapai sekitar Rp1.500 triliun, dengan porsi penyaluran KUR sektor produksi telah mencapai 65,9 persen per 21/10/2026.

Baca juga :  Pemkab Tabanan Komitmen Dorong “Titik Kumpul Komunitas” melalui Perayaan HUT BVD dan VIA

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto menjelaskan hingga Oktober 2026, penyaluran kredit program pemerintah telah mencapai Rp294,6 triliun kepada 4,27 juta debitur dengan rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di kisaran 2,13 persen. Rangkaian acara turut diwarnai penyerahan simbolis kredit program pemerintah mencakup KUR, KUA, KIPK, KPP, hingga Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS). Hp-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button