Bali Mulai Persiapkan Pembangunan PSEL, Gubernur Koster Tinjau Langsung Pematangan Lahan

Ditargetkan Rampung dalam 18 Bulan

DENPASAR, MataDewata.com | Gubernur Bali, Wayan Koster mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak meninjau Kick Off pematangan lahan lokasi Pengelohan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di lahan milik PT Pelindo di Pesanggaran, Pedungan, Denpasar, Jumat (22/5/2026) siang. Tampak juga hadir dalam peninjauan tersebut Bupati Badung, Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, Pangdam IX Udayana, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Kepala PPLH Bali Nusra, perwakilan BPI Danantara serta instansi terkait lainnya.

Baca juga :  Kemenkumham Bali Terima Kunjungan Kedubes Inggris, Perkuat Kerja Sama dan Tinjau Kondisi Lapas

Rombongan meninjau proses pemadatan lahan yang sedang berlangsung di lahan milik PT Pelindo yang telah ditentukan sebagai lokasi PSEL. Beberapa alat berat telah bekerja sejak dua hari lalu untuk melakukan proses pemadatan dan penataan lahan di lokasi tersebut. Sementara itu, puluhan truk berisikan tanah juga tampak berjejer rapi di sepanjang pintu masuk Tol Bali Mandara.

Setelah itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak bersama dengan rombongan melakukan diskusi teknis mengenai proses pembangunan PSEL pertama di Pulau Dewata tersebut. Lebih lanjut perwakilan BPI Danantara, Maulana bersama dengan Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti menjelaskan dan menyampaikan progress awal dari pembangunan PSEL.

Baca juga :  Bupati Badung Hadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 KDKMP

Pemerintah Pusat telah menetapkan Zhejiang Weiming, perusahaan asal China sebagai pemenang tender proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali. Sedangkan Pemerintah Daerah diminta untuk menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas insinerator. Lahan dengan total luas enam hektare milik PT Pelindo yang berlokasi di Banjar Pesanggaran, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan kemudian ditetapkan menjadi lokasi proyek PSEL di Bali.

Baca juga :  Pemerintah Kabupaten Jembrana Gandeng Ritel Modern

Proses pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan setelah lokasi ditetapkan dan siap bangun. Nantinya PSEL tersebut akan menjadi sentral pengolahan sampah menjadi energi Listrik yang akan dijual ke PLN. Hp-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button