Wayan Koster Dorong Bali Mandiri Energi dan Siapkan Skema Rumah Layak bagi Masyarakat
Gubernur Koster Tegaskan Prioritas Kebutuhan Dasar Air Pangan Energi Bersih dan Hunian Efisien

DENPASAR, MataDewata.com | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya membangun Bali yang mandiri di sektor energi sekaligus memperkuat ketahanan air, pangan, dan penyediaan rumah layak bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Realestat Indonesia (REI) Bali di Quest Hotel San Denpasar, Rabu (8/7/2026).
Koster mengatakan pembangunan Bali tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari air bersih, pangan, energi hingga perumahan.
“Air merupakan kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan. Tanpa air kita tidak bisa hidup. Karena itu, menjaga sumber air dan memastikan distribusinya menjadi salah satu prioritas pembangunan Bali,” ujarnya.
Menurutnya, Bali memiliki sumber daya air yang cukup, sehingga tantangan terbesar saat ini adalah pemerataan distribusi guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menopang sektor pertanian.
Selain itu, Koster menyoroti pentingnya mewujudkan kemandirian energi di Bali dengan memanfaatkan sumber daya bersih dan ramah lingkungan.
“Kebijakan saya jelas, Bali harus mandiri energi. Kebutuhan listrik Bali harus dipenuhi dari pembangkit di Bali dan menggunakan energi yang ramah lingkungan,” tegasnya.
Pemprov Bali bersama PT PLN (Persero) telah merancang penambahan kapasitas pembangkit listrik secara bertahap hingga 1.550 megawatt pada 2031, dipadukan dengan percepatan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di kawasan pemukiman, hotel, hingga industri.
Di sektor perumahan, Koster menilai pemerintah daerah perlu memiliki skema khusus untuk menyediakan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui sinergi bersama para pengembang.
“Pemerintah harus memiliki model penyediaan rumah yang efektif melalui kolaborasi dengan para pengembang sehingga masyarakat dapat memperoleh hunian yang layak dengan harga yang terjangkau,” terangnya.
Menutup arahannya, Koster menekankan pentingnya efisiensi pemanfaatan lahan yang terbatas di Bali melalui rancangan konsep hunian masa depan yang efektif tanpa mengabaikan kenyamanan krama Bali. On-MD



