Pemkab Jembrana Geber Digitalisasi untuk Pacu PAD

JEMBRANA, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten Jembrana terus berkomitmen meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui transformasi digital. Langkah strategis ini dibahas mendalam dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Rapat optimalisasi PAD Kabupaten Jembrana tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Jembrana, Selasa (19/5/2026).
Rapat krusial ini dihadiri langsung oleh Bupati Jembrana, Wakil Bupati Jembrana, dan Kapolres Jembrana. Selain itu, hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda), perwakilan Kejaksaan Negeri, serta Ketua Bank BPD Bali Cabang Negara.
Dalam arahannya, Bupati Jembrana menekankan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak terjebak dalam rutinitas. Pihaknya meminta jajaran OPD aktif melahirkan inovasi guna mendongkrak pendapatan daerah. Selain itu, mereka wajib proaktif membangun jaringan di tingkat pusat demi mengamankan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang lebih besar. Namun, Bupati menegaskan upaya tersebut harus berjalan secara bijak tanpa membebani masyarakat kecil.
“Inovasi digitalisasi adalah kunci. Namun, saya ingatkan kepada seluruh tim agar upaya peningkatan PAD ini dilakukan secara bijak. Jangan sampai langkah-langkah yang kita ambil justru memberatkan masyarakat kecil,” tegas Bupati Jembrana.
Pemkab Jembrana melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta TP2DD telah mengimplementasikan sejumlah program strategis. Salah satunya adalah peningkatan sumber daya manusia dan tata kelola pajak melalui pelatihan aparatur. Penguatan ini juga didukung kerja sama pembibitan lulusan STAN. Selain itu, perluasan database pajak dilakukan dengan mendata Wajib Pajak (WP) baru untuk berbagai sektor PBJT.
Di bidang inovasi digital, Pemkab Jembrana melakukan uji coba Electronic Finance Device (EFD) pada WP hotel dan restoran. Mereka juga melaksanakan Gebyar PBB-P2 dengan sistem jemput bola ke banjar-banjar. Sinergi data juga dibangun bersama Polres Jembrana untuk menyinkronkan data kedatangan tamu asing. Langkah ini berjalan beriringan dengan optimalisasi pajak kendaraan melalui operasi gabungan dan penagihan door to door.
Terkait elektronifikasi transaksi, Pemkab Jembrana telah menerapkan e-retribusi parkir di Terminal Penumpang Gilimanuk. Langkah ini diperkuat penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) domestik pada sejumlah OPD perintis. Nilai realisasi program tersebut telah mencapai Rp44,4 juta per Mei 2026.
Menatap triwulan kedua tahun 2026, Pemkab Jembrana telah menyusun enam agenda kerja cepat. Agenda tersebut meliputi evaluasi e-retribusi, percepatan KKP bagi seluruh OPD, dan rencana e-retribusi di TPI Pengambengan. Program lainnya adalah perluasan e-retribusi di Puskesmas, penguatan peran LPD dan BUMDes, serta sosialisasi pembayaran online melalui video edukasi.
“Melalui sinergi lintas sektor dan digitalisasi yang terintegrasi, Pemkab Jembrana optimis mampu menciptakan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, sekaligus mendorong kemandirian fiskal daerah tanpa membebani masyarakat,” ujar Kepala BPKAD Jembrana, I Gede Gusdiendi. Hj-MD



