Ny. Sagung Antari Komitmen Sukseskan Wajib Belajar 13 Tahun

DENPASAR, MataDewata.com | Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Ketua Pokja Bunda PAUD, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa membuka Kegiatan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Program Wajib Belajar 13 Tahun di Kota Denpasar. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Camat Denpasar Selatan, Selasa (19/5/2026). Langkah ini menjadi upaya menjamin akses pendidikan berkualitas bagi anak usia dini lewat program satu tahun pra sekolah.
Sekretaris Camat Denpasar Selatan, Komang Pendawati, Bunda PAUD Kecamatan Denpasar Selatan, Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara, Widyaprada BPMP Provinsi Bali, Arma Fetria, serta Bunda PAUD Desa/Lurah se-Kecamatan Denpasar Selatan turut hadir dalam kesempatan tersebut.
Widyaprada BPMP Provinsi Bali, Arma Fetria menjelaskan, pihak penyelenggara melaksanakan kegiatan ini dalam rangka percepatan implementasi Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJM 2025-2029. Salah satu sasaran prioritas nasional tersebut adalah implementasi wajib belajar 13 tahun yang terdiri dari satu tahun pra sekolah dan 12 tahun pendidikan dasar serta menengah.
Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas Bunda PAUD Desa dalam mendukung optimalisasi program wajib belajar satu tahun pra sekolah secara efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi wahana penguatan strategi peningkatan akses melalui perluasan layanan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta dukungan kebijakan yang inklusif.
“Kegiatan ini merupakan peran BPMP Bali mendukung program Kemendikdasmen dalam mewujudkan strategi implementasi wajib belajar satu tahun pra sekolah yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Bali,” ujarnya.
Bunda PAUD Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menegaskan, implementasi wajib belajar 13 tahun, khususnya kewajiban mengikuti satu tahun pendidikan pra sekolah, merupakan langkah strategis memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. Kebijakan tersebut bukan sekadar pemenuhan administrasi pendidikan, melainkan komitmen negara menjamin hak anak mendapatkan layanan pendidikan usia dini berkualitas.
βPAUD adalah fondasi penting dalam membentuk karakter, kemampuan literasi dasar, serta kesiapan belajar anak. Seluruh anak harus mendapatkan akses setara terhadap layanan pra sekolah yang bermutu,β ujarnya saat membuka kegiatan.
Ny. Sagung Antari Jaya Negara menekankan pentingnya periode emas perkembangan anak yang menentukan kualitas sumber daya manusia masa depan. Sebanyak 90 persen perkembangan sel saraf anak terjadi sebelum usia enam tahun sehingga stimulasi tepat melalui pendidikan pra sekolah menjadi sangat menentukan.
βPendidikan pra sekolah berkualitas tidak hanya mendukung kesiapan anak masuk SD, tetapi juga berperan mencegah stunting, mengatasi gangguan perkembangan, serta memperkuat kapasitas kognitif dan psikososial anak,β katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan program wajib belajar satu tahun pra sekolah memerlukan keterlibatan aktif Bunda PAUD di tingkat desa dan kelurahan sebagai penggerak utama. Ia meminta seluruh Bunda PAUD melakukan pemetaan anak usia pra sekolah agar tidak ada anak tertinggal dari layanan pendidikan. Ia juga menyoroti pentingnya strategi komunikasi kepada orang tua agar memahami bahwa pendidikan pra sekolah bukan sekadar pembelajaran calistung, melainkan penguatan karakter, kemandirian, dan kemampuan sosial anak secara menyenangkan.
βBunda PAUD harus hadir sebagai agen edukasi yang meyakinkan masyarakat bahwa pra sekolah adalah hak anak sekaligus investasi masa depan bangsa,β tegasnya.
Ny. Sagung Antari Jaya Negara mendorong seluruh Pokja Bunda PAUD menuangkan program wajib belajar satu tahun pra sekolah ke dalam rencana kerja nyata di masing-masing wilayah. Ia menekankan tiga langkah utama, yakni advokasi anggaran dan fasilitas PAUD, sosialisasi masif kepada masyarakat, serta monitoring kualitas layanan pendidikan bagi anak usia 5β6 tahun.
βSaya berharap melalui penguatan ini, Bunda PAUD di Denpasar Selatan mampu membawa pulang rencana aksi konkret sehingga Denpasar menjadi contoh sukses implementasi wajib belajar 13 tahun di tingkat kota,β pungkasnya. Ags/Hd-MD



