Gusti Ayu Whidya Agung Candradevi Targetkan Top 5 di Ajang Nasional 2026

Bawa Advokasi Green Step

GIANYAR, MataDewata.com | Kepedulian terhadap persoalan sampah plastik yang masih menjadi tantangan bagi Bali mendorong Gusti Ayu Whidya Agung Candradevi, Putri Anak Indonesia Bali 2026, membawa advokasi lingkungan bertajuk Green Step ke tingkat nasional. Baginya, menjaga kelestarian bumi tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Melalui Green Step, Whidya ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa anak-anak juga memiliki peran penting dalam mengurangi sampah plastik dan menjaga lingkungan. Ia mengajak generasi muda untuk berani memulai perubahan dari diri sendiri, mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai hingga membangun kebiasaan yang lebih ramah lingkungan. Langkah kecil tersebut diharapkan menjadi gerakan bersama demi mewujudkan Bali yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Baca juga :  Antari Jaya Negara Kukuhkan Ketua TP PKK hingga Bunda Literasi se-Kota Denpasar

“Saya di sini sebagai Putri Anak Indonesia Bali, mewakili suara terkait dengan masalah di Bali saat ini,” ujarnya saat ditemui awak media di Esanctuary Resort, Ubud, Gianyar, Minggu (18/10/2026).

Menurut Whidya, persoalan sampah plastik tidak bisa dipandang sebelah mata karena dampaknya berkaitan erat dengan kelestarian lingkungan dan masa depan Bali. Karena itu, ia ingin menjadikan Green Step sebagai ajakan bagi generasi muda untuk tidak hanya peduli, tetapi juga berani mengambil tindakan nyata dalam menghadapi persoalan lingkungan di sekitarnya.

“Advokasi yang saya bawa ke nasional adalah Green Step, yaitu langkah kecil yang bisa dilakukan sehari-hari untuk menjaga bumi tetap asri dan bebas dari sampah plastik,” ujarnya.

Baca juga :  Rapat Pansus DPRD Kabupaten Badung Bahas Raperda Ormas

Lebih dari sekadar advokasi dalam ajang nasional, Green Step menjadi upaya Whidya untuk membawa persoalan sampah plastik di Bali ke ruang perhatian yang lebih luas. Ia berharap pesan yang disuarakannya dapat menggugah kepedulian masyarakat terhadap dampak sampah plastik, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Whidya dijadwalkan mengikuti Grand Final Pemilihan Puteri Anak dan Remaja Indonesia 2026 di Jakarta pada akhir Oktober ini. Ia berharap dapat membawa pesan kepedulian lingkungan dari Bali ke panggung nasional sekaligus memberikan penampilan terbaik dalam kompetisi tersebut.

Saat ditanya mengenai targetnya di ajang nasional, Whidya mengatakan bahwa dirinya ingin berfokus pada persiapan dan memberikan kemampuan terbaik. “Menurut saya, target khusus yang saya ke nasional itu adalah fokus kepada diri sendiri dan lakukan saja yang terbaik,” ujarnya.

Baca juga :  ITDC dan BRI Dorong Pariwisata Berkelanjutan

Menghadapi persaingan di tingkat nasional, Whidya menyadari pentingnya mempersiapkan diri secara maksimal. Keikutsertaannya dalam ajang ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensi sekaligus membawa nama Bali di tengah persaingan finalis dari berbagai daerah.

“Dari dalam lubuk hati saya, saya benar-benar ingin menjadi yang terbaik, yaitu mendapatkan posisi Top 5 dan sebagai juara pertama,” kata Whidya.

Menurutnya, ajang nasional ini menjadi kesempatan untuk membawa suara anak Bali sekaligus menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui Green Step, ia berharap semakin banyak anak terinspirasi untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan demi mewujudkan Bali yang lebih bersih dan berkelanjutan. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button