Finalis Putri Anak dan Remaja Indonesia Bali 2026 Usung Advokasi Positif di Medsos, Siap Berlaga di Tingkat Nasional

GIANYAR, MataDewata.com | Keikutsertaan sembilan delegasi Bali dalam ajang Putri Anak dan Putri Remaja Indonesia 2026 di Jakarta bukan sekadar pertarungan memperebutkan mahkota kebanggaan. Melalui pemanfaatan media sosial yang terarah, para srikandi muda Pulau Dewata ini siap mengusung misi advokasi positif untuk mengedukasi masyarakat sekaligus menginspirasi generasi sebaya di tingkat nasional.

Untuk diketahui, Grand Final Nasional Putri Anak dan Remaja Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober di Jakarta. Para finalis Pulau Dewata menghadirkan berbagai penampilan dan misi mulai dari isu lingkungan, pendidikan, budaya hingga pariwisata yang ditampilkan di hadapan para dewan juri dan publik.

Baca juga :  Bupati Nyoman Giri Prasta Lantik 2 Pejabat Eselon II dan 39 Pejabat Fungsional

Regional Director Puteri Anak & Remaja Indonesia Bali, Cokorda Istri Indah Apsari (Cok In), menyampaikan bahwa setiap anak yang berpartisipasi dibekali misi untuk memberikan dampak positif sesuai bidang fokus atau advokasi masing-masing.

“Anak-anak ini jika misalnya nanti menang, mereka tentunya akan membawa advokasi masing-masing. Contohnya dalam pariwisata, mereka akan mempromosikan pariwisata dari sisi anak-anak, seperti apa, dan mengikuti serta terlibat dalam kegiatan pemerintah,” ujar Cok In, saat dalam konferensi pers di Esanctuary Resort, Ubud, Gianyar, Minggu (18/10/2026).

Ia mengatakan pengaruh media sosial terhadap kehidupan anak dan remaja begitu besar, karena itu para finalis didorong untuk mengambil peran lebih dari sekadar menampilkan prestasi. Platform digital diarahkan menjadi ruang untuk menyebarkan edukasi, menularkan inspirasi, dan membangun pengaruh positif bagi anak-anak seusia mereka.

Baca juga :  Gubernur Bali Kembali Berikan Relaksasi Pajak BBNKB II Hingga Bulan Juni 2022

“Anak-anak usia 9 sampai 14 tahun ini berprestasi dan bisa menginspirasi dengan menggunakan platform media sosial. Dengan hal itu, mereka dilihat mampu mengedukasi dan memberikan inspirasi untuk anak-anak seusia mereka di era sekarang ini,” ujarnya.

Cok In menilai, kemenangan finalis Bali di ajang nasional akan membawa dampak positif bagi daerah, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi anak dan remaja Bali untuk menunjukkan potensi serta kontribusi mereka.

Menurutnya, peran finalis tidak berhenti pada penyampaian pesan inspiratif, tetapi juga diwujudkan melalui program advokasi yang menyasar berbagai isu. Media sosial menjadi sarana untuk memperluas jangkauan kampanye sekaligus menyebarkan gagasan dan aksi positif kepada masyarakat.

Baca juga :  Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Buka Sosialisasi Penguatan Kelembagaan dan Kader Posyandu 6 SPM

“Setiap anak memiliki advokasi masing-masing dan mereka memiliki akun Instagram masing-masing untuk merealisasikan advokasi mereka. Kegiatan ini sangat positif karena penggunaan media sosial diarahkan dengan benar,” tandasnya.

Melalui perpaduan prestasi, pembentukan karakter, dan pemanfaatan literasi digital secara positif, sembilan Putri Anak dan Remaja Indonesia Bali ini diharapkan mampu mengharumkan nama daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menginspirasi dan mengembangkan potensi generasi muda Indonesia. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button