Pemkab Badung Rancang Trem Listrik Hingga Terowongan 24 Km, Urai Kemacetan Kawasan Wisata

BADUNG, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten Badung merancang berbagai terobosan infrastruktur transportasi massal mulai dari Trem listrik hingga terowongan sepanjang 24 Kilometer untuk menguraikan masalah kemacetan lalu lintas yang kian padat. Langkah strategis ini dipaparkan Bupati Badung dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Badung agenda penyampaian Jawaban Pemerintah atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD.
Untuk menjawab dorongan dewan mengenai pentingnya kelancaran aksesibilitas di kawasan pariwisata, Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan skema konektivitas jangka panjang yang terpadu dan ramah lingkungan. Hal itu, disampaikan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa dalam Rapat Paripurna yang dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Gosana, Lantai III Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Kamis (17/9/2026).
“Atas dukungan terhadap langkah-langkah menyiapkan pembangunan Ring Road, pengembangan trem listrik dari Bandara menuju Canggu, pembangunan tunnel sepanjang kurang lebih 24 km pada koridor Utara Subroto-Canggu, serta Pengembangan Electric Road Pricing (ERP), rencana tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan konektivitas wilayah,” ujar Arnawa.
Arnawa menegaskan bahwa pembenahan sistem transportasi ini ditujukan untuk memindahkan beban kendaraan pribadi ke moda transportasi umum tanpa merusak tata ruang, upaya ini diharapkan mampu menciptakan pembangunan secara seimbang.
“Ini bagian dari strategi untuk mengurangi beban lalu lintas pada jaringan jalan eksisting, meningkatkan penggunaan transportasi umum, mengendalikan pertumbuhan lalu lintas dan pemanfaatan ruang, sehingga pembangunan infrastruktur dapat berjalan seimbang dengan upaya perlindungan terhadap lahan dan lingkungan,” ujarnya.
Lebih menariknya, Pemkab Badung bahkan mengalokasikan anggaran sebesar 59,23 persen dari total belanja daerah untuk pembangunan akses jalan baru, penataan drainase dan pembukaan jalur alternatif di titik-titik krusial untuk mengatasi masalah kemacetan di Badung.
“Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk membangun infrastruktur pariwisata yang berkualitas, dengan fokus utama meliputi pembangunan akses jalan dan jalan baru, peningkatan konektivitas, mobilitas masyarakat, pembangunan drainase pengendalian banjir dan penguatan fasilitas pendukung pariwisata serta elemen mengatasi kemacetan,” paparnya.
Ia menyebut beberapa proyek perbaikan jalan yang diprioritaskan antara lain penataan Jalan Darmawangsa (Kampial-Ungasan) pada TA 2028, serta penyusunan kajian teknis jalan tembus Kapal-Mengwi dan jalan tembus Mandaratana-Sunset Road.
“Penanganan ruas jalan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif konektivitas dan mendukung upaya mengurangi beban lalu lintas pada ruas Jalan Raya Mengwi-Kapal Mengwi, sekaligus meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan infrastruktur jalan bagi masyarakat,” pungkasnya. On-MD



