Komisi IV DPRD Bali Akan Tinjau Sekolah Sepi Peminat, Evaluasi SDM hingga Infrastruktur

DENPASAR, MataDewata.com | Komisi IV DPRD Provinsi Bali akan meninjau sejumlah sekolah yang minim jumlah peserta didik dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Langkah tersebut dilakukan untuk mencari penyebab masih adanya sekolah yang kekurangan siswa setiap tahun.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali mengatakan fenomena sekolah yang sepi peminat bukan persoalan baru. Karena itu, Komisi IV akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan evaluasi bersama Dinas Pendidikan. Hal ini disampaikan I Nyoman Suwirta usai Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, Denpasar, Selasa (14/7/2026).
“Kejadian seperti ini terjadi dari tahun ke tahun, tidak terjadi sekarang saja. Banyak sekolah yang kosong dan tidak dapat murid. Kami di Komisi IV sudah menyikapi hal-hal seperti ini, kata Suwirta.
Suwirta mengatakan, DPRD Provinsi akan melakukan kunjungan kerja yang diprioritaskan ke sekolah-sekolah yang kekurangan peserta didik, bukan ke sekolah yang kelebihan peminat.
“Perjalanan kami berikutnya setelah ini, kami justru akan berkunjung bukan ke sekolah yang kelebihan murid, tapi kami akan berkunjung ke sekolah-sekolah yang tidak dapat murid. Di sanalah kami melaksanakan tugas kami selaku anggota DPRD dan Ketua Komisi IV sebagai mitra kerja pemerintah, terutama Dinas Pendidikan, ujarnya.
Nantinya, hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memberikan masukan kepada pemerintah dalam meningkatkan daya saing sekolah yang kurang diminati masyarakat.
“Apakah memperbaiki sumber daya manusia, apakah memperbaiki infrastrukturnya, tentu ini masih kita berproses itu, tuturnya.
Terakhir, pihaknya menilai peningkatan kualitas sekolah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerataan kualitas tenaga pendidik agar tidak terjadi penumpukan siswa di sekolah-sekolah tertentu.
“Kita harus berani mencoba bahwa sekolah-sekolah yang favorit, guru-gurunya mungkin dipindahkan ke sekolah-sekolah yang tidak favorit atau belum dapat murid. Guru atau sekolah-sekolah yang hebat itu kalau mampu membuat sekolah yang tidak favorit menjadi favorit, itu baru hebat namanya, tutupnya. On-MD



