Ketua Komisi IV DPRD Bali Minta Siswa Manfaatkan Sekolah yang Masih Memiliki Kuota

DENPASAR, MataDewata.com | Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali berharap proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK di Bali dapat segera dituntaskan sehingga seluruh calon siswa memperoleh sekolah. Masyarakat, khususnya orang tua dan siswa, juga diminta menerima penempatan di sekolah yang masih memiliki kuota apabila sekolah yang diinginkan telah penuh.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, saat ini masih terdapat sejumlah sekolah yang memiliki kuota, sementara beberapa sekolah lainnya sudah tidak dapat lagi menerima siswa karena daya tampung telah terpenuhi.

“Hari ini kita sudah melihat ada surat dari Dinas Pendidikan terkait dengan penerimaan anak-anak kita di sekolah-sekolah yang masih ada kuota. Cuma yang diterima di sekolah negeri itu belum tentu sesuai dengan keinginan mereka, karena banyak di antara mereka yang diterima di sekolah yang tidak diinginkan, mereka tidak daftar dan ingin mendapat sekolah yang mereka inginkan, ujar Suwirta kepada awak saat memberikan keterangan tentang SPMB SMA/SMK Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (14/7/2026).

Baca juga :  Bali Dukung Program Layanan KB Serentak Sejuta Akseptor

Menurut Suwirta, sekolah yang telah memenuhi kuota tidak lagi dapat menerima peserta didik baru. Karena itu, calon siswa diharapkan bersedia memilih sekolah lain yang masih membuka kesempatan penerimaan.

“Ada beberapa sekolah yang masih kosong. Kemudian ada sekolah yang sudah penuh. Yang penuh ini tentunya sudah terkunci, jadi mereka-mereka yang ingin ke sana itu tidak akan bisa masuk lagi. Sehingga mereka diwajibkan untuk memilih sekolah yang lain, ujarnya.

Baca juga :  Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Apresiasi Pemkab Badung Hibahkan Tanah ke Desa Adat Seminyak

Lanjut, ia berharap proses pengumuman penerimaan SMK dapat berjalan lancar sehingga seluruh calon peserta didik yang belum memperoleh sekolah dapat segera tertampung.

“Harapan kami Dinas Pendidikan bisa menyelesaikan dengan tuntas anak-anak kita yang belum dapat sekolah, termasuk anak-anak kita yang mungkin menginginkan di tempat-tempat yang sudah penuh. Saya berharap juga orang tua atau siswa bisa menerima, tidak harus berdesakan di tempat yang sudah penuh, lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, mengatakan pemerintah bersama Dinas Pendidikan telah melakukan koordinasi terkait sekolah-sekolah yang jumlah siswanya masih minim. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah penataan sekolah ke depan.

“Berbicara tentang ada sekolah yang mendapatkan siswa yang sedikit, kami sudah melaksanakan koordinasi. Karena memang di area wilayah desa itu ada sekolah yang lain. Sehingga di sekolah lain ini bisa terakomodir sesuai dengan jumlah kelas, ujar Giri Prasta.

Baca juga :  Dukung Program Deligi, TP PKK Kota Denpasar Jajaki Kerja Sama dengan Unmas Denpasar

Eks Bupati Badung itu, mengatakan hasil evaluasi tersebut membuka peluang penerapan skema regrouping terhadap sekolah-sekolah yang dinilai sudah tidak efektif, dengan tetap mempertimbangkan kondisi di lapangan.

“Kami sudah menyampaikan dengan dinas terkait bagaimana kita melakukan evaluasi ke depan. Ada juga sekolah di Bali ini, kelas 1-nya ada, kelas 2-nya enggak ada. Kelas 3-nya ada, kelas 4-nya enggak ada. Maka evaluasi yang kita lakukan ke depan, kaitannya dengan kemungkinan besar kita akan melaksanakan salah satunya adalah regrouping, tutupnya. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button