Gubernur Koster Targetkan Bali Bebas Pembangkit Tenaga Fosil, PLTS Jadi Andalan Menuju Net Zero Emission 2045

PLTS Jadi Andalan Utama Wujudkan Net Zero Emission Lebih Cepat

DENPASAR, MataDewata.com | Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan kemandirian energi berbasis energi bersih. Target ambisius tersebut mencakup penghentian ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil, dengan memfokuskan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai strategi utama menuju Net Zero Emission (NZE) tahun 2045, atau 15 tahun lebih cepat dari target nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat membuka Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Denpasar, Selasa (14/7/2026). Koster menekankan bahwa sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali harus memiliki kualitas lingkungan yang terjaga melalui sistem energi yang bersih, aman, dan berkelanjutan.

Baca juga :  Gubernur Wayan Koster Harapkan Wisman Tiongkok Segera Datang ke Bali

“Bali harus memiliki kemandirian energi dengan memanfaatkan sumber energi sendiri. Ke depan, pembangkit listrik di Bali tidak boleh lagi menggunakan bahan bakar fosil agar kualitas udara tetap terjaga. PLTS adalah pilihan terbaik,” tegas Koster.

Sebagai wujud implementasi, Pemprov Bali berkomitmen memfasilitasi masyarakat yang ingin memasang PLTS atap. Selain itu, kawasan rendah emisi tengah disiapkan, dimulai dari Nusa Penida sebelum diperluas ke destinasi utama lainnya seperti Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Ubud. Langkah ini didukung penuh oleh regulasi daerah, termasuk Perda Nomor 9 Tahun 2020 dan Pergub Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.

Baca juga :  Bupati Tabanan Sampaikan Tanggapan Terhadap Pemandangan Umum Fraksi DPRD Tabanan Terkait Empat Ranperda

CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan ISS 2026 di Bali tahun ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen tinggi Pulau Dewata terhadap transisi energi bersih. Forum yang berlangsung 14–16 Juli 2026 ini fokus pada strategi pembangunan 100 GW PLTS, pengurangan penggunaan diesel, serta penguatan ekosistem industri tenaga surya nasional.

Baca juga :  Bupati Tabanan Hadiri CNN Indonesia Award 2024

“Energi surya bukan lagi sekadar wacana, tetapi telah menjadi agenda pembangunan nasional. Tantangan kita sekarang adalah mengubah potensi besar ini menjadi investasi nyata guna mempercepat terwujudnya ekonomi hijau di Indonesia,” ujar Fabby. Hp-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button