PLN Pastikan Keandalan Listrik Bali Selama Masa Transisi Energi

DENPASAR, 30 MataDewata.com | PT PLN (Persero) memastikan keandalan pasokan listrik di Bali tetap terjaga selama masa transisi menuju sistem kelistrikan yang lebih bersih. Untuk menjaga keamanan pasokan listrik di tengah pertumbuhan kebutuhan energi dan aktivitas pariwisata, pengoperasian PLTD sewa dilakukan secara terbatas, selektif, dan hanya sebagai solusi sementara hingga pembangkit permanen mulai beroperasi.

Komitmen tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi antara Pemerintah Provinsi Bali dan jajaran PLN di Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (29/7/2026). Pertemuan membahas langkah bersama dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Bali sekaligus mendukung percepatan transisi energi menuju pembangkit yang lebih ramah lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster menekankan pentingnya menjaga keandalan sistem kelistrikan tanpa mengesampingkan aspek lingkungan dan sosial.

Baca juga :  Komisi I DPRD Provinsi Bali Rekomendasi Bongkar Hotel Step Up dan Bangunan Melanggar di Pantai Bingin

Pemerintah Provinsi Bali mengharapkan pengoperasian PLTD sewa dilakukan secara terbatas, selektif, dan terkendali dengan pola operasi yang disesuaikan terhadap kebutuhan keandalan sistem kelistrikan Bali, sehingga tetap mampu mendukung aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga meminta PLN terus memperhatikan dampak lingkungan dan sosial dari operasional pembangkit dengan memastikan seluruh kegiatan memenuhi baku mutu yang berlaku serta memperkuat komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat terdampak.

Menanggapi hal tersebut, Senior Manager PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali Made Harta Yasa menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Direktur Operasi PT PLN Indonesia Power, pengoperasian PLTD sewa merupakan langkah mitigasi sementara untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Bali.

Baca juga :  PLN Raih 15 Penghargaan Proper Emas dan CEO Green Leadership Utama

Pengoperasian tersebut akan berlangsung hingga pembangkit permanen yang telah direncanakan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) mulai beroperasi secara bertahap pada 2027 dan 2030.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali Ajrun Karim mengatakan PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Bali selama proses transisi menuju sistem kelistrikan yang lebih hijau.

β€œPLN mendukung penuh arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan sistem energi yang lebih bersih. Selama masa transisi tersebut, kami akan terus memastikan pasokan listrik tetap andal melalui pengoperasian sistem yang sesuai kebutuhan, sekaligus mempercepat pengembangan infrastruktur kelistrikan yang lebih ramah lingkungan sebagaimana telah direncanakan dalam RUPTL,” ujar Ajrun.

Baca juga :  PLN Siap Pasok Listrik Andal dan Petugas yang Siaga Layani Pelanggan Saat Nataru

Ajrun menambahkan, koordinasi yang erat antara PLN, Pemerintah Provinsi Bali, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara keandalan pasokan listrik, perlindungan lingkungan, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Melalui sinergi tersebut, PLN optimistis mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan Bali sekaligus mendukung percepatan transisi energi yang berkelanjutan demi memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata. Ln-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button