Demokrasi Dimulai dari Sekolah, Bupati Sanjaya Apresiasi Nyoblos Serentak Pemilos di Tabanan

TABANAN, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Nyoblos Serentak Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) tingkat SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Agenda penting yang berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026 ini dinilai sukses menjadi sarana edukasi dan ruang pembelajaran nyata bagi generasi muda untuk memahami prinsip dasar demokrasi secara langsung.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat dikonfirmasi menyampaikan apresiasi mendalam kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan beserta seluruh jajaran pemangku kepentingan yang telah mengawal dan mendukung penuh pelaksanaan Pemilos Serentak ini. Menurutnya, penanaman nilai-nilai demokrasi sejak usia sekolah sangat krusial agar para pelajar tidak hanya memahami teori pemilu, tetapi juga merasakan pengalaman langsung dalam menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan Nyoblos Serentak Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi anak-anak kita untuk memahami demokrasi melalui pengalaman langsung. Mereka belajar menggunakan hak pilih, menentukan pilihan secara bertanggung jawab, menghargai perbedaan, dan menerima hasil pemilihan dengan sikap dewasa,” ujar Bupati Sanjaya.

Baca juga :  Cetak Generasi Unggul, Tabanan Gelar Lomba Murid Berprestasi Hardiknas 2026

Ia berharap kegiatan edukatif semacam ini dapat terus dilangsungkan secara berkesinambungan sebagai bagian integral dari pembentukan karakter di lingkungan satuan pendidikan. Pengalaman berdemokrasi sejak bangku sekolah diyakini mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, kritis, berintegritas, serta siap berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di masa depan.

Pelaksanaan Pemilos Serentak Kabupaten Tabanan Tahun 2026 mencatatkan partisipasi masif dengan melibatkan total 38.783 pemilih pelajar, yang terdiri atas 17.414 pemilih tingkat SMP/MTs dan 21.369 pemilih tingkat SMA/SMK/MA. Kontestasi akurat ini diramaikan oleh 175 pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS, serta didukung oleh penyediaan 313 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di berbagai titik wilayah Kabupaten Tabanan.

Baca juga :  Kantor Urusan Internasional Universitas Udayana Gelar Seminar Kuliah di Luar Negeri

Besarnya skala partisipasi tersebut membuktikan bahwa lingkungan sekolah memegang peran strategis sebagai miniatur pemilu bagi para pemilih pemula. Melalui pemilihan langsung, para siswa diajak mempraktikkan seluruh tahapan demokrasi—mulai dari mengenali visi-misi calon pemimpin, menimbang gagasan program kerja, menentukan pilihan secara mandiri, hingga mengawal proses pemungutan dan penghitungan suara yang transparan serta tertib.

Pengalaman berharga ini turut dirasakan langsung oleh Made Kevan Lakeswara Biantara, salah satu calon Ketua OSIS SMP Negeri 1 Tabanan. Ia mengaku bangga bisa terlibat sebagai peserta kontestan dalam proses pemilihan yang dikemas menyerupai pemilihan umum tingkat daerah maupun nasional.

“Saya cukup bangga karena bisa ikut serta sebagai peserta atau calon Ketua OSIS yang dipilih secara langsung, layaknya pemilihan Presiden, Gubernur, atau Bupati. Ini menjadi pengalaman berharga bagi saya karena bisa merasakan secara langsung bagaimana proses demokrasi berlangsung,” ungkap Kevan.

Baca juga :  Universitas Udayana Ikuti Forum Monitoring dan Evaluasi Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial (PPIIG)

Penyelenggaraan Pemilos Serentak 2026 ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi erat antara KPU Kabupaten Tabanan bersama jajaran Pemkab Tabanan, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Pendidikan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika, yang turut didukung oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tabanan dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tabanan.

Melalui sinergi lintas lembaga ini, Pemkab Tabanan optimis semangat “Belajar Demokrasi dari Sekolah” akan terus mengakar dan menjadi budaya positif di kalangan generasi muda Tabanan. Pemilos diharapkan tidak sekadar melahirkan pengurus OSIS terpilih, melainkan mencetak kader-kader bangsa yang cerdas berdemokrasi, menghormati perbedaan pilihan, serta siap mengambil peran strategis dalam perjalanan demokrasi Indonesia di masa depan. Ht-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button