Buka Lokasabha XI, Bupati Ingatkan PHDI Badung Menjaga Persatuan dan Solidaritas Umat

BADUNG, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen penuh dalam mendukung penguatan lembaga keumatan demi mewujudkan kerukunan dan keharmonisan masyarakat. Hal tersebut tercermin saat Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, didampingi Wakil Bupati sekaligus Ketua FKUB Badung, Bagus Alit Sucipta, secara resmi membuka kegiatan Lokasabha XI Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung.

Ajang lima tahunan yang mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme Pengurus Parisada demi Dharma Agama dan Dharma Negara” ini dibuka secara simbolis melalui pemukulan gong yang dipusatkan di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Sabtu (24/10/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi dan menyambut baik terselenggaranya Lokasabha XI sebagai wujud dinamika organisasi serta mekanisme penyegaran kepengurusan. Ia berharap forum ini tidak sekadar menjadi ajang pemilihan pengurus baru, melainkan momentum refleksi strategis.

Baca juga :  Wali Kota Jaya Negara Mutasi 61 Pejabat di Lingkungan Pemkot Denpasar

“Saya berharap Lokasabha tidak hanya dimaknai sebagai forum pemilihan pengurus baru, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan. Program yang sudah berjalan dengan baik agar dipertahankan, sedangkan yang masih perlu penyempurnaan hendaknya ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan umat,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa PHDI memegang peranan yang sangat strategis sebagai perekat persatuan umat Hindu guna membangun kesamaan pola pikir agar senantiasa solid. Sebagai lembaga keumatan yang diandalkan masyarakat, PHDI dituntut untuk senantiasa peka, tanggap, serta hadir memberikan solusi bijak tanpa bersikap diskriminatif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah dinamika sosial.

“Ketika ada persoalan yang menyangkut umat, PHDI harus hadir dan tanggap. Berikan pemahaman serta masukan yang benar sehingga persoalan dapat diselesaikan dengan baik. Jangan sampai ada tindakan diskriminatif yang justru dapat mengganggu kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” imbuh Adi Arnawa menegaskan.

Baca juga :  PLN Serahkan Sertifikat Energi Terbarukan untuk Hotel Apurva Kempinski Bali

Sementara itu, Sekretaris PHDI Kabupaten Badung, I Wayan Sukarya, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelaksanaan Lokasabha XI ini menjadi wadah penting untuk mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan masa bakti 2021–2026 sekaligus merumuskan arah kebijakan program keumatan ke depan.

Pokok-pokok pikiran yang menjadi fokus perhatian dalam sidang-sidang komisi meliputi pengawalan pelaksanaan karya agung Panca Wali Krama, serta penguatan program keumatan yang digodok melalui metode Focus Group Discussion (FGD) dan simakrama.

Pembahasan strategis ke depan juga akan difokuskan pada pengembangan pendidikan berbasis Hindu, keberadaan pura subak, perlindungan pura ikatan kelompok masyarakat, hingga pendalaman pemahaman kitab suci bagi umat. Pada kesempatan tersebut, I Wayan Sukarya turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan pendanaan yang bersumber dari hibah Pemerintah Kabupaten Badung.

Baca juga :  Buka Musrenbang 2026, Bupati Badung Dorong Akselerasi Infrastruktur Inklusif di Kuta Selatan

Rangkaian acara pembukaan Lokasabha XI ini turut dihadiri oleh Ida Dharma Upapathi PHDI Kabupaten Badung beserta para pandita, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Badung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, para Ketua PHDI kabupaten/kota se-Bali, Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung beserta jajaran Bendesa Alitan, Ketua WHDI Kabupaten Badung Putu Yunita Oktarini, para pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, serta undangan terhormat lainnya. Hb-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button