KPA Buleleng Dorong Kreativitas Pelajar Lewat Lomba Komika Digital
Libatkan 67 Siswa SMP untuk Edukasi Pencegahan HIV/AIDS

BULELENG, MataDewata.com | Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Buleleng terus mendorong kreativitas generasi muda dalam memanfaatkan media digital secara positif. Salah satunya melalui penyelenggaraan lomba komik digital yang melibatkan pelajar tingkat SMP di Kabupaten Buleleng secara daring di Ruang BCC Dinas Kominfosanti Buleleng, Selasa (6/10/2026).
Sekretaris KPA Buleleng, Ni Nyoman Neli, yang juga menjabat sebagai Kasubag Kesejahteraan Sosial Bagian Kesra Setda Buleleng, mengatakan lomba tersebut digelar sebagai wadah bagi para pelajar untuk menyalurkan kreativitas mereka melalui media digital.
“Lomba ini untuk menyalurkan kreativitas anak-anak melalui digital. Latar belakangnya karena aktivitas anak-anak sekarang lebih banyak bermain di dunia digital, sehingga kami ingin menginspirasi mereka untuk berkreasi melalui media sosial,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan, lomba komik digital ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan oleh KPA Buleleng dengan melibatkan sebanyak 67 peserta tingkat SMP se-Kabupaten Buleleng serta menghadirkan dewan juri kompeten dari unsur Perguruan Tinggi Negeri Undiksha Singaraja.
Disinggung terkait peran Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) di setiap sekolah, Nyoman Neli menyampaikan bahwa KPA Buleleng berencana membangun kembali komitmen bersama para kepala sekolah untuk mengaktifkan dan membentuk KSPAN di masing-masing sekolah yang rencananya dilaksanakan pada 29 Oktober 2026 mendatang.
“Kami dari KPA bersama Kesra akan membuat komitmen bersama dengan kepala sekolah untuk membangkitkan kembali komitmen dalam membentuk KSPAN di sekolah masing-masing,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan KSPAN sangat penting sebagai upaya meningkatkan edukasi serta kepedulian pelajar terhadap bahaya HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba. KPA Buleleng bersama Bagian Kesra juga secara rutin turun langsung memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah di seluruh kecamatan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari stigma negatif. Agst/Hb-MD



