HIPMI Bali Tanam 500 Pohon Beringin, Salurkan 95 Pasang Sepatu untuk Anak-Anak

KARANGASEM, MataDewata.com | Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bali mengawali gerakan pelestarian lingkungan dengan menargetkan penanaman 500 pohon beringin di berbagai wilayah Bali selama satu tahun ke depan.
Gerakan ini dirangkai dengan penyerahan bantuan 95 pasang sepatu kepada anak-anak penerima manfaat di Kabupaten Karangasem dan Bangli, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang diawali dengan persembahyangan bersama di Penataran Agung Pura Besakih tersebut menjadi bentuk kepedulian HIPMI Bali terhadap lingkungan, kehidupan sosial, serta keberlanjutan alam Bali. Pelaksanaannya dipimpin Ketua Umum BPD HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, bersama jajaran pengurus dan anggota HIPMI dari kabupaten/kota se-Bali.
Kegiatan ini dikoordinasikan melalui Bidang 3 BPD HIPMI Bali yang dipimpin I Ketut Sae Tanju. Pelaksanaannya juga mendapat dukungan dari Komlekdam IX/Udayana dan Bala Putra Basuki-Besakih.
Tanju menyebut rangkaian kegiatan tersebut tidak sekedar menjadi agenda seremonial organisasi. Ada tiga hal yang ingin dibangun, yakni nilai spiritualitas, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab menjaga lingkungan.
Persembahyangan di Pura Besakih menjadi bagian awal kegiatan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus pengingat bahwa pembangunan Bali perlu berjalan selaras dengan nilai spiritual, budaya, dan keharmonisan alam.
Sementara itu, bantuan 95 pasang sepatu diharapkan dapat menunjang aktivitas pendidikan dan keseharian anak-anak penerima manfaat di Karangasem dan Bangli. Kepedulian terhadap generasi muda tersebut menjadi bagian dari upaya HIPMI Bali agar pertumbuhan ekonomi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Tanju mengungkapkan target penanaman 500 pohon beringin (Ficus benjamina) sebagai salah satu agenda utama yang akan dilaksanakan secara bertahap selama satu tahun ke depan.
Ia menerangkan bahwa pemilihan pohon beringin didasarkan pada peran ekologisnya. Tajuknya yang lebar dapat memberikan keteduhan, sedangkan buahnya menjadi sumber pakan bagi sejumlah satwa, khususnya burung. Kelompok pohon Ficus juga memiliki peran dalam mendukung keanekaragaman hayati.
Lebih jauh, Tanju menyatakan kegiatan yang digagas HIPMI Bali merujuk pada penelitian IPB University yang menunjukkan sedikitnya 18 spesies burung memanfaatkan pohon Ficus sebagai sumber pakan maupun bagian dari habitatnya.
Selain itu, pohon beringin memiliki potensi menyerap dan menyimpan karbon, menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk, serta mendukung keseimbangan ekosistem dan siklus air.
Meski demikian, penanaman akan memperhatikan kesesuaian lokasi, karakteristik lahan, ketersediaan air, serta ruang tumbuh akar. Hal tersebut penting agar pohon dapat berkembang dengan baik tanpa mengganggu infrastruktur di sekitarnya.
Ia menegaskan bahwa gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman simbolis. Target 500 pohon tersebut akan diikuti dengan pemeliharaan dan pemantauan pertumbuhan agar manfaatnya dapat berkelanjutan.
Gerakan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas kesadaran lingkungan di kalangan anggota HIPMI Bali, baik di tingkat BPD maupun BPC kabupaten/kota.
Setiap anggota diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha, investasi, dan keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial serta ekologis terhadap lingkungan tempat usahanya berkembang.
HIPMI Bali, kata dia, memandang bahwa dunia usaha tidak cukup hanya mengambil manfaat dari alam, tetapi juga perlu mengambil bagian dalam menjaga dan memulihkannya.
Karena itu, keterlibatan pengusaha muda dinilai penting karena persoalan lingkungan dan keberlanjutan hutan Bali bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan kerja bersama dari berbagai unsur, mulai dari dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan hingga generasi muda.
Melalui gerakan tersebut, HIPMI Bali ingin mendorong kontribusi nyata pengusaha muda dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun kesadaran bahwa keberhasilan usaha juga perlu diukur dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan alam.
Target penanaman 500 pohon beringin dalam satu tahun menjadi komitmen awal yang akan terus diupayakan bersama seluruh anggota HIPMI Bali. Bertumbuh sebagai pengusaha, bergerak untuk masyarakat, dan bertanggung jawab terhadap alam Bali. On-MD



