DPRD Badung Akan Turun ke Munggu Tindaklanjuti Keluhan Pembangunan di Wilayah LP2B

BADUNG, MataDewata.com | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Badung akan turun ke lapangan menindaklanjuti keluhan petani dan tokoh masyarakat Desa Munggu terkait pembangunan yang disebut tidak melengkapi izin dan berada di wilayah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Sebelumnya, DPRD melakukan mediasi bersama sejumlah tokoh di Desa Munggu. Pertemuan itu, turut dihadiri Camat Mengwi, Perbekel Munggu, Ketua BPD, tiga Bendesa Adat di wilayah Munggu, Pekaseh, serta perwakilan petani. Mediasi berlangsung di Ruang Rapat Gosana II Sekretariat DPRD Kabupaten Badung (31/8/2026).

Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara, mengatakan mediasi dilakukan untuk menyatukan pandangan para tokoh masyarakat dalam menjaga dan melindungi wilayah Munggu. “Astungkara, syukur semua sudah bisa berjalan dengan baik. Dan semoga tokoh-tokoh kita ini bisa semakin bersatu untuk menjaga, melindungi, dan melestarikan Desa Munggu itu sendiri,” ujar Umbara.

Baca juga :  DPRD dan Bupati Badung Tetapkan APBD Tahun 2026 Rp12,1 Triliun

Ia memastikan DPRD akan mendampingi para pihak untuk melihat langsung kondisi di lapangan, termasuk menindaklanjuti keluhan yang disampaikan petani, Pekaseh maupun Perbekel Munggu. “Ada, pasti. Pasti kita akan turun ke lapangan terkait dengan apa yang sudah menjadi keluhan, termasuk keluhan dari petani, Pekaseh, Pak Perbekel juga,” ujarnya.

Selain turun ke lapangan, DPRD juga akan memanggil Satpol PP untuk mengklarifikasi informasi terkait penyegelan lokasi. DPRD ingin memastikan penyebab segel yang sebelumnya dipasang tersebut kemudian hilang.

Baca juga :  Serah Terima Gedung KPU dan Bawaslu Badung, Perbedaan Pandangan dan Pilihan Hal Biasa

“Nanti kita akan panggil Satpol PP. Nanti kita minta informasi. Katanya sudah disegel Satpol PP, terus hilang. Apa hilang, dihilangkan oleh orang tidak bertanggung jawab atau siapa. Nanti kan kita perlu klarifikasi,” tuturnya.

Menurutnya, seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga Desa Munggu sekaligus melindungi keberadaan petani. “Pada intinya tujuan beliau-beliau sama, sama. Yang saya tangkap tadi tujuannya sama, ingin menjaga, melestarikan para petani kita yang ada di Desa Munggu. Tidak adalah pertentangan. Itu, mungkin hanya miskomunikasi,” terangnya.

Baca juga :  TNI AL Kerahkan Dua KRI untuk Evakuasi Korban Tenggelamnya KMP Yunice

Karena itu, DPRD akan mendampingi para pihak turun ke lapangan sebagai langkah lanjutan untuk melihat langsung persoalan yang dikeluhkan masyarakat. “Nanti cuma kita yang dari DPRD akan mendampingi beliau ke lapangan terkait dengan keluhan yang disampaikan oleh para petani, begitu juga oleh para Pak Perbekel,” pungkasnya. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button