PLN Dukung Uji Coba Kendaraan Listrik di Klungkung
Siapkan Infrastruktur Penukaran Baterai

KLUNGKUNG, MataDewata.com | Pengembangan kendaraan listrik di Kabupaten Klungkung memasuki tahap uji coba melalui pembangunan infrastruktur sistem penukaran baterai (Battery Swap System). PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali bersama PT INAKO Kreta Udhaya, Korea Smart e-Mobility Association (KEMA), dan Korea Automotive Technology Institute (KATECH) berkolaborasi mendukung pengembangan infrastruktur tersebut di lima lokasi di Kabupaten Klungkung.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang pengembangan produk, layanan, dan infrastruktur sistem penukaran baterai untuk kendaraan mobilitas listrik kecil di wilayah kerja PLN UID Bali, yang berlangsung di Wyndham Tamansari Jivva Resort, Klungkung, Rabu (30/9/2026).
General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, menyampaikan bahwa PLN mendukung penuh kebutuhan kelistrikan dan penyambungan daya untuk menunjang pemasangan serta pengoperasian proyek percontohan tersebut.
“Melalui ruang lingkup kerja sama ini, PLN UID Bali berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan terbaik, khususnya dalam hal kebutuhan listrik dan penyambungan daya yang diperlukan. Infrastruktur ini nantinya akan menopang pemasangan dan pengoperasian proyek percontohan sistem penukaran baterai (Battery Swap System) di lima lokasi strategis di Kabupaten Klungkung,” ujar Ajrun.
Proyek percontohan ini direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2026 dengan mengoperasikan lima kendaraan listrik roda tiga untuk fungsi khusus, seperti pengangkutan sampah, kendaraan pendingin, pengangkutan barang, serta kendaraan pertanian.
Bupati Klungkung, I Made Satria, S.H., turut menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mewujudkan Nusa Penida sebagai green island pada tahun 2030.
“Jika menjadi green island, Nusa Penida akan menjadi destinasi wisata yang lebih berkelas. Dan ini terus kami siapkan secara bertahap hingga nanti bisa tercapai sepenuhnya pada 2030,” ujar Satria. Melalui kolaborasi lintas negara dan dukungan infrastruktur kelistrikan ini, ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi diharapkan mampu mendorong transportasi ramah lingkungan serta memperkuat pariwisata dan ekonomi hijau di Bali. Klg-MD



