BPR Kanti Akan Luncurkan Budaya Perusahaan Lawar Leadership

Transformasi Menuju Bank Komunitas yang Berakar Kuat pada Nilai dan Kearifan Lokal Bali

DENPASAR, MataDewata.com | PT Bank Perekonomian Rakyat Kanti (BPR Kanti) akan meluncurkan transformasi budaya perusahaan terbaru dengan memperkenalkan konsep kepemimpinan Lawar Leadership untuk menjadi bank komunitas.

Dirut BPR Kanti, Made Arya Amitaba menghadirkan model kepemimpinan yang berakar pada kearifan lokal Bali, sekaligus menjawab kebutuhan zaman akan tata kelola kelembagaan yang adaptif, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Momentum ini bukan sekadar peluncuran sebuah buku dan transformasi organisasi. Ini adalah peneguhan arah, sebuah deklarasi nilai. Sebuah ikhtiar bersama untuk menghadirkan model kepemimpinan yang berakar kuat pada budaya, bertumbuh melalui transformasi, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat,” ujarnya di Kantor Pusat BPR Kanti Batu Bulan, Jumat (29/5/2026).

Peluncuran budaya baru perusahaan sekaligus konsep Lawar Leadership dalam bentuk buku Lawar Leadership: Inspirasi Kepemimpinan Peramu Lawar dalam Melakukan Transformasi Budaya Perusahaan tersebut terlaksana bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila.

Baca juga :  Apresiasi Nasabah Setia, Bank BPD Bali Gelar Customer Gathering

Arya Amitaba menegaskan BPR Kanti memilih untuk menegaskan kembali sebuah keyakinan bahwa masa depan yang kuat tidak dapat terbangun hanya dengan kecanggihan sistem, teknologi, dan modal, melainkan harus mendapat topangan dari karakter, integritas, budaya, serta kepemimpinan yang berjiwa pengabdian.

Peresmian tersebut sekaligus menjadi simbol lahirnya sebuah gerakan nilai yang menghubungkan warisan kebijaksanaan leluhur dengan kebutuhan zaman modern. “Gerakan yang meyakini bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi energi masa depan,” ungkapnya.

Buku Lawar Leadership tersebut merupakan karya bersama Made Arya Amitaba dengan KS Arsana dan Ketut Susila Dharma. Isi dari buku menghadirkan perspektif baru tentang kepemimpinan berbasis budaya Bali dengan mengangkat filosofi lawar yang merupakan kuliner tradisional Bali.

Baca juga :  Kuatkan Sinergi, BI Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Bali

Kuliner tradisional Bali yang diracik dari berbagai unsur berbeda menjadi satu kesatuan rasa yang harmonis tersebut, mendapat implementasi sebagai metafora kepemimpinan yang mendalam. Sebagaimana seorang peramu lawar menyatukan berbagai bahan dengan penuh ketelitian, keseimbangan, dan rasa, demikian pula seorang pemimpin mendapat tuntutan untuk mampu meramu keberagaman manusia, nilai, karakter, kompetensi, dan visi menjadi kekuatan kolektif yang utuh.

Buku ini menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya kemampuan mengelola organisasi, melainkan kemampuan merawat kehidupan, menjaga harmoni, memuliakan manusia, serta menghadirkan makna di tengah perubahan.

“Nilai-nilai luhur Bali yang menjadi ruh buku ini antara lain ngayah sebagai spirit pelayanan tulus, menyama braya sebagai fondasi persaudaraan, integritas sebagai base genep kepemimpinan, harmoni dalam keberagaman, serta kepemimpinan berbasis rasa, keteladanan, dan kebijaksanaan,” tegasnya.

Baca juga :  Rizki Ernadi: Ekonomi Mulai Tumbuh, Bank Masih Hati-Hati Salurkan Kredit

Lebih dari sekadar teori, buku ini merupakan refleksi pengalaman nyata transformasi budaya yang dijalankan dalam praktik kepemimpinan. Karya ini lahir dari pengalaman nyata Made Arya Amitaba, sosok pemimpin yang berhasil mentransformasikan budaya kerja melalui pendekatan kepemimpinan berbasis nilai, baik dalam dunia profesional maupun dalam pengabdiannya di desa adat.

Melalui filosofi ngayahin pengayah, buku ini mengajak para pemimpin untuk memahami bahwa kemuliaan kepemimpinan tidak mendapat ukuran dari tingginya jabatan, melainkan dari ketulusan melayani mereka yang telah melayani masyarakat. Karena sesungguhnya, pemimpin besar bukanlah mereka yang paling berkuasa, melainkan mereka yang paling mampu menghadirkan manfaat dan paling tulus mengabdi. Hg-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button