ToT KMHDI Jadi Ruang Menempa Calon Pemimpin Muda Masa Depan

MATARAM, MataDewata.com | Training of Trainer (ToT) KMHDI menjadi ruang untuk menempa kader muda, khususnya dalam memperkuat kapasitas, kemampuan organisasi, dan kesiapan menghadapi peluang kepemimpinan di masa mendatang. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi bekal bagi kader KMHDI untuk mengambil peran dalam pembangunan di daerah maupun tingkat nasional.

Training of Trainer Jabanusra – Istimewa 2026 dilaksanakan di Nusantara Tenggara Barat dari tanggal, 25-27 September, bertempat di Aula Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di bawah naungan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan tema “Merenten Nile, Numbuhang Pemimpin, Nguatang Organisasi” artinya “menata nilai menumbuhkan pemimpin dan menguatkan Organisasi.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, S.T., mengatakan perkembangan pemerintahan saat ini menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam kepemimpinan. Karena itu, kesempatan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan, baik dari sisi ilmu pengetahuan maupun kemampuan manajerial yang dapat diperoleh melalui pengalaman berorganisasi.

Baca juga :  Pemerintah Kabupaten Tabanan Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke-96

“Artinya bahwa kenapa saya katakan tadi, saat ini adalah momentumnya anak muda,” ujarnya saat menyampaikan sambutannya di acara ToT di Aula PLUT NTB, Minggu (27/9/2026).

Ia menilai organisasi menjadi salah satu tempat penting bagi anak muda untuk menempa kemampuan di luar pendidikan formal. Pengalaman tersebut nantinya dapat menjadi bekal ketika mendapat kepercayaan memegang tanggung jawab yang lebih besar.

“Oleh sebab itu, acara semacam ini maupun aktif di KMHDI, itu bagian dari cara menempa diri, bagian dari cara mempersiapkan diri menjadi orang yang nantinya diberikan kepercayaan melanjutkan tongkat estafet pembangunan baik di daerah maupun dipusat,” terangnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Perkokoh Semangat Ideologi Pancasila

Hadrian menegaskan kesiapan perlu dibangun sejak awal karena kesempatan dapat datang kepada mereka yang telah mempersiapkan diri. “Siapa yang siap dari awal, siapa yang siap lebih awal, itulah yang memiliki kesempatan di awal. Jadi kalau siapnya di akhir, makannya kesempatannya di akhir. Kalau siapnya di awal, maka tentu kesempatannya di awal,” kata Hadrian.

Karenanya, pendidikan formal juga perlu didukung dengan pengalaman organisasi. Kemampuan manajerial yang diperoleh melalui organisasi menjadi salah satu bekal penting dalam menjalankan kepemimpinan.
“Banyak orang yang sukses hari ini, banyak menjadi orang-orang yang menjadi pejabat hari ini, itu karena memiliki perkal manajerial yang baik, menjadi aktivis dulunya, dan diimbangi dengan ilmu pengetahuan yang mereka miliki, yang mereka dapat, yang mereka terus kejar baik di bangku kuliah S1, S2, bahkan S3 hari ini,” tuturnya.

Baca juga :  Rekonsiliasi Data Laporan Keuangan TA 2024, Pramella: Langkah Penting Pastikan Kualitas Laporan Keuangan

Karena itu, ToT KMHDI dinilai menjadi bagian dari proses mempersiapkan kader untuk menghadapi kebutuhan kepemimpinan ke depan, termasuk menyambut Indonesia Emas 2045. “Saya meyakini acara training of trainer ini, ini dipersiapkan untuk mencetak generasi KMHDI masa depan, mencetak calon-calon pemimpin KMHDI yang nantinya baik menjadi pemimpin di daerah maupun di pemerintah pusat,” tutupnya. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button