Soekarno Cup III Bali 2026: Panggung Talenta Muda, Denpasar Tampil sebagai Juara

DENPASAR, MataDewata.com | Liga Kampung Soekarno Cup III tahun 2026 regional Bali sukses menjadi barometer kebangkitan dan pemetaan potensi sepak bola usia muda di Pulau Dewata. Partai puncak yang berlangsung kompetitif di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Senin (25/5/2026) membuktikan bahwa Bali memiliki komoditas talenta yang melimpah dan merata di seluruh kabupaten/kota demi menyuplai kebutuhan pesepak bola masa depan di kancah nasional.
Turnamen kelompok umur garapan DPD PDI Perjuangan Bali ini menempatkan Banteng Denpasar sebagai juara utama disusul Badung sebagai runner-up, Tabanan di peringkat ketiga, dan Karangasem di posisi keempat. Seluruh pemenang beserta peraih penghargaan individu mengantongi total beasiswa pembinaan sebesar Rp117 juta. Melalui regulasi ketat tanpa melibatkan pemain pro maupun Elite Pro Academy (EPA), ajang ini dinilai murni memunculkan akar rumput potensial yang selama ini belum terjaring di kompetisi elite nasional.
Apresiasi besar datang dari tokoh sepak bola Bali sekaligus Pelatih Denpasar, AA Ketut Bramastra atau Gung Bram, yang memuji konsistensi penyelenggaraan ajang ini hingga memasuki tahun ketiga. Menurut mantan arsitek Perseden Denpasar tersebut, turnamen usia muda yang digelar secara rutin mampu memaksa tiap daerah untuk menghidupkan roda pembinaan internal secara kontinyu guna melahirkan regenerasi atlet yang kompetitif.
Senada dengan hal itu, Pelatih Badung Gede Eka Milantara menegaskan bahwa iklim kompetisi yang sehat dan berjenjang seperti ini akan mempercepat pematangan mental bermain para atlet muda Bali. Kualitas merata yang ditunjukkan sepanjang laga menjadi sinyal positif bagi tim talent scouting dalam meramu skuad kombinasi terbaik bertajuk Banteng Bali yang diproyeksikan tampil maksimal pada grand final Liga Kampung Soekarno Cup Nasional di Surabaya, Jawa Timur mendatang.
Sisi menarik lain dalam partai puncak ini ditandai lewat langkah inklusif panitia yang menghadirkan 22 anak difabel (Down Syndrom) dari POTADS Bali sebagai kids players escort. Kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus saat mendampingi pemain memasuki lapangan hijau mendapat sambutan hangat dari Ketua DPP PDI Perjuangan M. Prananda Prabowo, Ketua Bidang Kehormatan Komarudin Watubun, serta Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster. Misi kemanusiaan lewat kampanye “Say Yes for Children” ini menjadi pesan kuat bahwa sepak bola Bali dibangun atas dasar kesucian olahraga, ramah keluarga, serta menjunjung tinggi asas fair play.
Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup Bali, I Wayan Adi Arnawa, menyatakan rasa optimisnya terhadap masa depan olahraga sepak bola di daerah. Turnamen ini dirancang untuk mewadahi minat besar generasi muda dalam kompetisi yang terarah sekaligus menjadi momentum penting dalam mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno melalui pembangunan karakter pemuda yang sehat, tangguh, dan berjiwa korsa pejuang. Hd-MD



