Perkuat Sinergi Media, Pemkab Tabanan Gelar Pelatihan Kehumasan Bersama PWI

TABANAN, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tabanan menggelar Pelatihan Kehumasan OPD Kabupaten Tabanan dengan tema “Penguatan Kompetensi Kehumasan dalam Mewujudkan Komunikasi Publik yang Profesional, Informatif, dan Berintegritas” untuk memperkuat sinergi dengan media, khususnya dalam publikasi program pemerintah. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana, Tabanan, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari perwakilan staf kehumasan masing-masing OPD Kabupaten Tabanan serta instansi vertikal. Pelatihan ini menjadi ruang untuk memperkuat kemampuan kehumasan sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan media.

Ketua PWI Tabanan, Dewi Puspawati mengatakan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan staf kehumasan dalam mengelola komunikasi publik, termasuk menyusun informasi yang informatif dan menarik. Melalui kegiatan Pelatihan Kehumasan OPD Kabupaten Tabanan dengan tema ‘Penguatan Kompetensi Kehumasan dalam Mewujudkan Komunikasi Publik yang Profesional, Informatif, dan Berintegritas.

“Kami ingin meningkatkan pemahaman dan keterampilan staf kehumasan dalam mengelola komunikasi publik, menyusun informasi yang informatif dan menarik, serta memperkuat kemitraan antara pers dan pemerintah,” ujar Dewi Puspa.

Baca juga :  Bank BPD Bali-Pemkab Badung Tandatangani PKS, Plafon Kredit Program Sidi Kumbara Naik hingga Rp100 Juta

Ia menyebut sekitar 50 peserta yang mengikuti pelatihan dari unsur kehumasan Organisasi Perangkat Daerah dan instansi vertikal.

“Dalam kegiatan Pelatihan Kehumasan OPD Kabupaten Tabanan ini, peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah sekitar 50 orang, terdiri atas perwakilan staf kehumasan dari masing-masing OPD Kabupaten Tabanan serta instansi vertikal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Bali I Wayan Dira Arsana menyoroti perkembangan peran humas yang kini tidak lagi sebatas kemampuan menulis. Humas juga dituntut mampu mengelola dan memilah informasi sebelum disampaikan kepada publik.

“Humas sekarang tentu tidak hanya cakap menulis, tapi ke depan dituntut juga menjadi manajemen yang mampu memetakan mana yang layak, mana yang pantas, mana yang perlu dijelaskan, mana yang perlu diklarifikasi, sehingga wajah pimpinan benar-benar terselamatkan dengan karya-karya humas,” ujar Arsana.

Arsana menilai penguatan talenta kehumasan hingga tingkat desa dapat menjadi kekuatan baru bagi Tabanan dalam menyampaikan berbagai perkembangan daerah.

Baca juga :  Tabanan Targetkan Peningkatan Predikat Kabupaten Layak Anak di Tahun 2026, Evaluasi Mandiri Mulai Diperkuat

“Pak Bupati sedang menyiapkan talenta-talenta humas di setiap desa di Tabanan. Ini akan menjadi kekuatan baru bagi Tabanan untuk menyuarakan bagaimana Tabanan berbenah, bersolek, dan menjadi salah satu kekuatan baru investasi di Bali,” ujarnya.

Perkembangan investasi yang mulai menjadi perhatian di Tabanan perlu diiringi dengan penyampaian informasi yang akurat dan berbasis data. Hal ini dinilai penting untuk membangun citra daerah sekaligus mengantisipasi informasi hoaks yang dapat mempengaruhi pandangan publik terhadap Tabanan.

“Tabanan adalah salah satu magnet investasi, sehingga citra Tabanan harus tersuarakan dengan bagus, dengan data yang jelas, sehingga berita-berita hoaks yang mungkin menghancurkan citra Tabanan, itulah yang perlu dibantu oleh teman-teman wartawan di Tabanan,” kata Arsana.

Sementara itu, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dalam sambutannya menekankan penting menjaga hubungan baik antara pemerintah dan wartawan. Perbedaan pandangan dalam menjalankan tugas merupakan hal yang biasa, namun komunikasi dan kerja sama tetap harus berjalan.

Baca juga :  Bunda PAUD Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Resmikan Gedung TK Kecamatan Kediri

“Jadi mestinya kita pemerintah dengan kita wartawan itu adalah partner. Ketika kita tidak sepakat, nggak masalah. Kadang kala memang ada saatnya kita harus bertengkar, nggak apa-apa kita bertengkar. Kalau pun berdebat, ya enggak apa-apa berdebat,” ujar Sanjaya.

Sanjaya juga menilai pengelolaan data di lingkungan pemerintahan perlu dibenahi agar informasi bisa lebih cepat ditemukan saat dibutuhkan.

“Makanya saya pikir kemudian, yang perlu dibenahi itu adalah diri kita sendiri dulu. Pemegang sektor-sektor data, pemegang-pemegang data itu jangan diberikan adalah pada pemegang data kunci saja. Jangan diberikan satu orang kemudian yang menjadi memiliki kewenangan penuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, media memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk dalam mendukung pelayanan publik. “Untuk membantu kita, teman-teman media ini kemudian akan menjadi partner kita dalam hal melakukan pelayanan publik. Kenapa? Karena masyarakat berhak untuk tahu apa yang kita lakukan,” pungkasnya. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button