Sering Kritisi Kebijakan Prabowo, GPS Dukung Kuliah Gratis

DENPASAR, MataDewata.com | Politisi asal Bali, Gede Pasek Suardika atau lebih dikenal GPS yang selama ini kerap mengkritisi sejumlah kebijakan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kali ini menyatakan dukungan terhadap wacana kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). GPS bahkan mendorong pemerintah  memberikan subsidi kepada Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dukungan itu, di unggah di akun FB nya, Rabu (23/9/2026).

Unggahan itu, menyusul wawancara kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, ketika berpidato dalam acara perayaan Hari Ulang Tahun ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

“Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya Pendidikan Negeri harus gratis! Biaya pendidikan Negeri, SD, SMP, SMA, Universitas Negeri harus gratis,” dikutip dari Kompas.com.

Baca juga :  GPS: Jagabaya Dulang Mangap Wajib Menjaga Kedamaian dan Ketertiban Bali

Kebijakan itu, menurutnya langsung disambut baik masyarakat Indonesia, dinilai memberikan dampak dan manfaat yang jauh lebih efektif untuk masa depan Bangsa Indonesia. GPS bahkan mendorong subsidi untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia.

Ia menilai kebijakan tersebut bisa menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Lebih lanjut menyampaikan, pembebasan biaya kuliah dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui penguatan pendidikan, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Baca juga :  27 November Coblos Dulu Baru Masak, Ibu Wiwi: Nomor 2 Koster-Giri dan Bang-Ipat

“Kali ini dukung Prabowo. Dibandingkan dengan program MBG, maka ini sebenarnya program yang harus bisa dijalankan Prabowo lebih awal. Tidak sampai Rp 100 triliun sudah bisa gratiskan biaya kuliah seluruh mahasiswa di PTN dan perlu ada kebijakan subsidi untuk yang PT swasta,” ujar GPS.

Tidak hanya soal biaya pendidikan, GPS juga mendorong agar kebijakan tersebut dibarengi dengan penguatan fasilitas dan kegiatan akademik di perguruan tinggi. Fasilitas laboratorium serta mata kuliah praktikum perlu diperkuat agar aktivitas riset dan pengembangan sains dapat berjalan lebih cepat.

“Selain biaya kuliah digratiskan, harus diperkuat laboratorium di kampus kampus dan mata kuliah praktikum yang ditingkatkan agar produksi riset dan pengembangan science makin cepat lagi. Saya dukung kebijakan ini. Semoga bisa cepat dijalankan,” ujarnya.

Baca juga :  Airlangga Hartarto Matangkan Strategi Golkar Raih Kemenangan Pemilu 2024

Ia kemudian membandingkan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia dengan sejumlah negara yang menurutnya telah lebih dahulu menerapkan pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi.

“Banyak negara sudah sejak lama menggratiskan pendidikan sampai kuliah bahkan sampai S3. Bahkan negara-negara yang jauh belakangan muncul atau merdeka dari Indonesia,” pungkasnya. GPS berharap kebijakan kuliah gratis dapat segera direalisasikan, sekaligus diikuti dengan penguatan fasilitas pendidikan, riset, dan pengembangan sains di perguruan tinggi. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button