Bukan Sekadar Bantuan, Nyala Literasi di Tegal Harum Tumbuh Menjadi Gerakan
Perkuat Akses Pengetahuan Lewat Program TJSL

DENPASAR, MataDewata.com | Senja mulai turun di Denpasar Barat, namun aktivitas di sebuah sudut lingkungan justru semakin hidup. Di bawah pencahayaan sederhana, sebuah motor berhenti dengan rak buku terbuka di sisi kanan dan kiri. Tak butuh waktu lama, anak-anak mulai berdatangan, duduk berjejer di bangku kecil, membuka buku, dan larut dalam halaman demi halaman bacaan pada Kamis (23/4/2026).
Motor perpustakaan keliling milik Perpustakaan Sastra Mahottama Desa Tegal Harum kini rutin menyambangi sekolah-sekolah dan lingkungan permukiman di wilayah Denpasar Barat. Bukan sekadar membawa buku, tetapi menghadirkan pengalaman baru: membaca yang terasa dekat, menyenangkan, dan hidup. Program ini merupakan bagian dari penguatan literasi desa yang didukung oleh PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang diluncurkan sejak 25 Juli 2025 lalu.
Selama ini, perpustakaan identik dengan ruang yang harus didatangi. Namun di Desa Tegal Harum, konsep itu dibalik, perpustakaanlah yang mendatangi pembacanya. Berdasarkan data desa, potensi penerima manfaat program ini sangat besar, mencakup sedikitnya 10 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA dengan total lebih dari lima ribu siswa yang berpotensi terjangkau.
Kepala Perpustakaan Sastra Mahottama, I Gusti Ayu Prajna Kusuma Sari, menilai kehadiran program ini membawa perubahan nyata. “Program ini sangat membantu kami dalam mendekatkan literasi kepada anak-anak. Akses yang sebelumnya terbatas, kini bisa dijangkau langsung di sekolah. Ini menjadi langkah penting dalam membangun budaya membaca di Desa Tegal Harum,” ungkapnya.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. “PLN tidak hanya menghadirkan listrik sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga berupaya menghadirkan energi bagi masa depan. Melalui dukungan terhadap program literasi seperti ini, kami ingin memastikan anak-anak memiliki akses yang lebih luas terhadap pengetahuan,” ujar Eric.
Perpustakaan Sastra Mahottama sejak awal dikembangkan tidak hanya sebagai ruang baca konvensional, tetapi juga dilengkapi dengan layanan literasi digital di kantor desa. Hingga saat ini, tercatat telah terjadi 936 kunjungan dengan frekuensi layanan 52 kali dalam setahun, serta jumlah koleksi yang telah dimanfaatkan mencapai 650 eksemplar.
Di tengah derasnya arus digital, motor perpustakaan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong transformasi perpustakaan desa agar lebih adaptif dan inklusif. Bagi masyarakat di Tegal Harum, literasi kini hadir di tengah kehidupan sehari-hari, menyalakan pengetahuan satu halaman demi satu halaman. Ln-MD



