Gubernur Koster Ajak Perkuat Sinergitas Destinasi Nasional Demi Dongkrak Devisa Negara
Sumbang 66 Persen Perekonomian Daerah

DENPASAR, MataDewata.com | Pengembangan sektor pariwisata berkualitas (quality tourism) di Pulau Bali tidak bisa lagi hanya mengandalkan keindahan alam semata dan warisan budaya adiluhung yang telah menjadi anugerah leluhur.
Diperlukan pembangunan ekosistem pariwisata yang komprehensif, mulai dari pembenahan infrastruktur transportasi modern, pengelolaan sistem persampahan yang handal, hingga ketersediaan pasokan air bersih yang memadai.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, di hadapan para pemangku kepentingan industri pariwisata nasional dalam rangkaian pembukaan The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 di Sanur, Denpasar.
Menurutnya, seluruh komponen penunjang tersebut harus dikembangkan secara terintegrasi guna memberikan kenyamanan maksimal bagi wisatawan sekaligus menjaga kualitas hidup masyarakat lokal.
βKalau budaya, itu memang sudah anugerah. Tapi untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas, itu saja tak cukup. Transportasi dan infrastruktur harus bagus, sampah teratasi, air tersedia dan lain-lain,β tegas Gubernur Koster.
Lebih lanjut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa persaingan industri pariwisata masa kini sudah melampaui batas-batas domestik dan berlangsung sangat ketat di tingkat internasional. Bali dituntut untuk mampu sejajar dan bersaing dengan destinasi pelesiran unggulan di negara-negara tetangga yang terus-menerus melakukan modernisasi fasilitas dan peningkatan pelayanan.
Oleh karena itu, kawasan regional seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand sengaja dijadikan sebagai role model perbandingan agar posisi tawar pariwisata Bali tidak mengalami penurunan.
Dengan fondasi infrastruktur dan konektivitas antarkawasan yang semakin kokoh, Gubernur Koster optimistis kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional akan semakin melompat tinggi seiring bertambahnya perolehan devisa negara.
Setelah infrastruktur internal Bali tertata dengan baik, langkah strategis berikutnya adalah merajut kolaborasi dan integrasi rute perjalanan dengan berbagai destinasi unggulan lainnya di seluruh penjuru nusantara.
Sinergi lintas daerah tersebut diyakini sejalan dengan visi besar penyelenggaraan forum ITMW 2026 yang tidak hanya berfokus pada pemasaran digital dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), melainkan juga membangun jaringan kolaborasi pariwisata Indonesia yang berkelanjutan, tangguh, dan berdaya saing global. Hp-MD



