Bupati Kembang Hadiri Karya Pujawali di Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi

Laksanakan Persembahyangan Bertepatan Buda Umanis Prangbakat, Bupati Kembang Hartawan Mohon Kelancaran Roda Pemerintahan

JEMBRANA, MataDewata.com | Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Rabu (16/9/2026). Persembahyangan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan pujawali di salah satu pura tertua di Bali di Gumi Makepung ini.

Pujawali Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi jatuh pada Buda Umanis Prangbakat, Rabu (16/9/2026). Prosesi pujawali dipuput oleh Ida Peranda Istri Gede Oka Sidarta dari Griya Taman Sari Manuaba Tibusambi.

Baca juga :  Sidang Paripurna IV, Tetapkan Raperda Pertanggungjawaban APBD TA 2022 Menjadi Perda

Rangkaian pujawali dilaksanakan selama lima hari. Selama pelaksanaan karya, Ida Bhatara nyejer hingga Redite Kliwon Bala, Minggu (20/9/2026), sebelum kemudian dilaksanakan panyineban.

Bupati Kembang mengatakan, kehadirannya dalam pujawali tersebut merupakan bentuk bhakti sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, khususnya kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi. Selain memohon keselamatan dan kerahayuan, persembahyangan juga dimanfaatkan untuk memohon tuntunan serta kelancaran dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Jembrana.

Baca juga :  Bupati Sanjaya Tutup FESTA II 2026 di Gedung Mario

“Persembahyangan kali ini untuk memohon tuntunan dan restu di hadapan Ida Bhatara yang berstana di Pura Dangkahyangan Rambut Siwi agar program-program yang kami laksanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Bupati Kembang.

Sementara itu, Pamucuk Karya Pujawali Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi, I Kadek Suentra, mengatakan rangkaian persiapan upacara telah dimulai sejak Rabu (9/9/2026). Sebelum memasuki puncak pujawali, berbagai rangkaian upakara telah dilaksanakan di sejumlah pura yang berada di kawasan Pura Luhur Dangkahyangan Rambut Siwi, di antaranya nawur, mendak tirta, pacaruan, hingga pakelem di Pura Beji dan Pura Goa Tirta.

Baca juga :  Audisi Mixologi Arak Bali Tampilkan Racikan Inovatif dengan Sentuhan Budaya Lokal

Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan pacaruan di Pura Luhur, Pura Penataran, serta Pura Pesanekan. “Untuk rangkaian pujawali dilaksanakan selama lima hari. Mulai tanggal 16 September sampai nanti panyinebannya tanggal 20 September,” ungkapnya. Hj-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button