Bupati dan Wabup Badung Instruksikan Jajaran Pantau Antrian BBM

Siagakan Petugas Kesehatan di SPBU

BADUNG, MataDewata.com | Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di wilayah Bali dan Kabupaten Badung khususnya mendapatkan perhatian serius dari jajaran Pemerintah Kabupaten Badung. Di tengah penantian warga untuk memperoleh pasokan BBM, Pemkab Badung berupaya keras memastikan masyarakat tetap mendapatkan perhatian, layanan kesehatan, serta rasa aman dan nyaman selama mengantre.

Melihat situasi tersebut, atas arahan langsung dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba bersama jajaran perangkat daerah hingga para camat turun langsung memantau kondisi di lapangan.

Langkah proaktif ini dilakukan guna memastikan kebutuhan dasar dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi antrean yang panjang.

Bagi warga yang mengantre, keterbatasan akses terhadap BBM bukan sekadar persoalan menunggu giliran mengisi bahan bakar. Ada pekerjaan yang harus dituntaskan, usaha yang harus tetap berjalan, anggota keluarga yang perlu diantar, serta berbagai kebutuhan sehari-endari yang tidak bisa begitu saja ditunda.

Di tengah kondisi tersebut, perhatian sederhana menjadi sangat berarti. Selain memantau situasi secara langsung, Pemkab Badung juga menyalurkan bantuan berupa air mineral kepada para pengantri serta menyiagakan layanan kesehatan untuk mengantisipasi warga yang mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan selama menunggu.

Baca juga :  Badan Publik Pemkab Gianyar Ikuti Monev KIP Demi Transparansi Informasi

“Ini merupakan bentuk empati Pemerintah Kabupaten Badung kepada masyarakat. Kami memahami warga harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM. Karena itu, atas arahan Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati, kami hadir untuk memberikan sedikit bantuan berupa air mineral. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang sedang mengantre,” ujar Surya Suamba saat memantau langsung kondisi antrean di SPBU Lukluk, Rabu (14/10/2026).

Perhatian terhadap masyarakat tentu tidak cukup hanya dengan memantau antrean. Kondisi warga yang harus menunggu berjam-jam juga perlu diantisipasi secara cermat, terutama terkait kesehatan fisik, faktor keselamatan, serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan SPBU.

Untuk itu, Pemkab Badung menyiagakan puskesmas keliling dan unit ambulans melalui koordinasi Dinas Kesehatan. Personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Perhubungan juga dikerahkan untuk membantu menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat selama proses antrean berlangsung.

Baca juga :  Bupati Sanjaya Hadiri Ngaben Kolektif Warga Adat Kembang Merta

“Jangan sampai masyarakat yang sudah harus menunggu lama justru mengalami masalah kesehatan tanpa segera mendapatkan pertolongan. Karena itu, kami siapkan layanan kesehatan agar jika ada warga yang membutuhkan bantuan, bisa segera ditangani dengan cepat,” kata Surya Suamba.

Pemantauan dan pemberian layanan humanis tersebut tidak hanya dilakukan di SPBU Lukluk. Jajaran Pemkab Badung telah menugaskan para camat untuk melakukan langkah serupa di wilayah masing-masing dengan menggandeng unsur masyarakat serta pihak terkait.

Sejumlah titik strategis yang menjadi fokus perhatian di antaranya meliputi kawasan Lukluk, Sembung, Kerobokan, dan Kapal. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) juga dikerahkan untuk membantu pelaksanaan di lapangan, termasuk dalam mendukung penyaluran air minum bagi masyarakat yang mengantre.

Langkah antisipasi ini menjadi sangat krusial menyusul adanya laporan warga yang sempat mengalami kelelahan hingga pingsan saat menunggu giliran pengisian BBM. Dengan kehadiran petugas medis dan fasilitas kesehatan di sekitar lokasi antrean, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pertolongan secara cepat apabila mengalami gangguan kesehatan.

Baca juga :  Pisah Sambut Kakanwil Kemenkum Bali, Estafet Kepemimpinan Berlanjut dari Eem Nurmanah kepada I Gusti Putu Milawati

Di sisi lain, Pemkab Badung terus membangun koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung kelancaran distribusi BBM. Penyaluran dilaporkan mulai berjalan secara bertahap, dan pemantauan terus dilakukan agar pasokan energi dapat segera tersalurkan dengan baik sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Sekda Surya Suamba berharap pasokan BBM dapat segera kembali normal dan lancar, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

“Mudah-mudahan pasokan BBM segera lancar sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengantre sampai berjam-jam. Kami berharap kondisi ini segera membaik agar aktivitas masyarakat, baik untuk bekerja, menjalankan usaha, maupun memenuhi kebutuhan keluarga, bisa kembali berjalan dengan lebih baik,” ujarnya.

Pemkab Badung mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap bersabar, mengutamakan faktor keselamatan, menjaga ketertiban antrean, serta saling menghormati sesama pengguna jalan. Masyarakat juga diharapkan senantiasa mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran lalu lintas dan keamanan bersama. Hb-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button