Pemkab Buleleng Dorong Belanja Daerah Lebih Transparan dan Berdaya Guna bagi Masyarakat

Optimalisasi Transaksi Nontunai

BULELENG, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah melalui optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) serta peluncuran platform digital KILAT Denbukit.

Upaya strategis ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transaksi pemerintah, memperkuat transparansi penggunaan anggaran, serta membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk terlibat aktif dalam ekosistem transaksi nontunai.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan High Level Meeting Implementasi dan Evaluasi Penggunaan Kartu Kredit Indonesia serta peluncuran KILAT Denbukit yang berlangsung pada Rabu (14/10/2026).

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Buleleng, Made Pasda Gunawan, S.Sos., M.A.P., dalam laporannya menyampaikan bahwa pemanfaatan KKI masih terus dioptimalkan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Penguatan integrasi sistem, kesiapan sumber daya manusia, serta dukungan penuh dari pihak perbankan dan merchant menjadi bagian penting dalam mendorong pelaksanaan transaksi nontunai yang lebih efektif.

Baca juga :  Wabup Suiasa Hadiri Jaga Desa bersama Perbekel se-Badung

Menurutnya, pemanfaatan KKI dan dukungan platform digital diharapkan dapat menyederhanakan proses transaksi belanja pemerintah, mulai dari tahap pengajuan, pembayaran, hingga pertanggungjawaban. Dengan demikian, pengelolaan belanja daerah dapat berjalan secara lebih terintegrasi, efisien, dan mudah dievaluasi.

“Optimalisasi Kartu Kredit Indonesia dan pemanfaatan platform KILAT Denbukit memerlukan sinergi seluruh perangkat daerah, dukungan perbankan, serta kesiapan merchant agar transaksi nontunai dapat berjalan sesuai harapan,” ujar Made Pasda Gunawan.

Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., dalam arahannya menegaskan bahwa digitalisasi pengelolaan keuangan merupakan langkah krusial untuk memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan secara efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Menurutnya, pemanfaatan KKI memungkinkan pembayaran dilakukan secara nontunai tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar, sehingga proses transaksi menjadi jauh lebih praktis sekaligus mendukung penguatan pengawasan terhadap penggunaan anggaran pemerintah.

Baca juga :  Bupati Sanjaya Perkuat Sinergi Forkopimda dalam Lepas Sambut Dandim 1619/Tabanan

“Setiap rupiah yang dikeluarkan adalah uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, pengelolaan keuangan harus dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” tegas Bupati Sutjidra.

Bupati Sutjidra juga menyoroti pentingnya sinergi dan integrasi antara pemerintah, perbankan, penyedia barang dan jasa, serta para pelaku UMKM agar implementasi transaksi nontunai dapat berjalan secara optimal.

Menurutnya, kemudahan transaksi digital tidak hanya bergantung pada ketersediaan platform semata, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dan penerimaan sistem pembayaran di kalangan merchant.

Keterlibatan UMKM lokal dalam ekosistem pembayaran digital menjadi salah satu aspek penting yang terus diperkuat. Dengan semakin luasnya penerimaan transaksi nontunai, pelaku usaha lokal diharapkan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melayani kebutuhan pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus meningkatkan daya saing dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.

Baca juga :  Polda Bali Terima Hasil Penelitian Sespimti Polri, Jadi Bahan Evaluasi Keamanan Wilayah

“Harapan kami, melalui pertemuan ini, optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Indonesia dan pemanfaatan platform KILAT Denbukit dapat berjalan semakin baik. Perencanaan, pelaksanaan, integrasi, pemantauan, hingga pengawasan keuangan harus terhubung sehingga pengelolaan belanja daerah semakin efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” harapnya.

Melalui optimalisasi KKI dan pemanfaatan platform KILAT Denbukit, Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen kuat untuk terus memperkuat tata kelola keuangan daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi modern. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas administrasi pemerintahan, tetapi juga memastikan pengelolaan anggaran semakin akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Buleleng. Drm-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button