Demokrat Bali: Sampah Bisa Turunkan Daya Tawar Pariwisata Bali

JEMBRANA, MataDewata.com | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Bali menyoroti persoalan sampah yang dinilai dapat menurunkan daya tawar Bali sebagai destinasi pariwisata. Hal itu, disampaikan oleh Ketua DPD Demokrat Bali, I Made Mudarta, saat jajaran Demokrat menggelar Gerakan Langit Biru melalui aksi bersih-bersih di kawasan Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi, Jembrana, Jumat (14/8/2026).
“Salah satu cara umat manusia yang diciptakan oleh Tuhan yang ada di bumi ini menjaga langit tetap biru tentu kita harus jaga kebersihan. Kebersihan harus kita jaga,” ujar Mudarta. Gerakan Langit Biru berupa aksi bersih-bersih dilakukan di kawasan lingkungan Pura dan Pantai menjadi fokus partai demokrasi dalam menjaga lingkungan dan alam Bali.
“Demokrat seluruh Bali hari ini turun ke sini kerja bakti, ngayah di sekitar wewidangan Pura Rambut Siwi termasuk di pinggir pantai. Sebentar kita akan turun di sana karena ini adalah Pura Dang Kahyangan yang terbesar di Jembrana, wajib lingkungannya kita jaga, kita rawat agar tetap bersih,” ujarnya.
Murdata, memandang kebersihan sebagai keindahan yang memiliki dampak positif terhadap kehidupan manusia, terutama wisatawan yang mencintai alam Bali. “Bersih itu keren. Kalau sudah keren tentu banyak tamu mancanegara maupun domestik akan berkunjung, karena tamu mancanegara suka yang bersih-bersih, yang menjaga lingkungannya,” terangnya.
Sampah, menyebabkan ketidak ketertarikan wisatawan saat berkunjung, menurutnya sampah sebagai faktor yang mempengaruhi daya tawar wisata Bali. Karena itu, Demokrat gelorakan Gerakan Langit Biru di seluruh Kabupaten/Kota di Bali. “Kami serbu objek-objek wisata di seluruh Bali untuk kami bersihkan karena isu sampah menjadi salah satu yang membuat nilai daya tawar Bali itu sedikit turun dibandingkan dengan objek-objek wisata yang lain,” tutupnya. On-MD



