DJSN Nilai RS Ngoerah Layak Jadi Rujukan Praktik Reformasi JKN

DENPASAR, Matadewata.com | Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menilai Rumah Sakit Ngoerah cukup siap menghadapi reformasi kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang akan datang. Wakil Ketua Komisi Kebijakan Umum DJSN Mickael Bobby Hoelman mengatakan, kunjungannya bersama tim dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan rumah sakit menghadapi perubahan kebijakan JKN, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta.
“Kami datang kembali juga untuk melihat apakah rumah sakit siap untuk reformasi kebijakan yang akan datang. Kami lihat sepertinya Rumah Sakit Ngoerah ini cukup siap,” ujar Mickael saat Press Conference bersama awak media di Lobby Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), RS Ngoerah, Rabu (12/8/2026).
Persiapan itu, semakin menarik karena RS Ngoerah telah melakukan sejumlah terobosan dalam pelayanan, salah satunya pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk mempermudah pelayanan kepada peserta. “Tadi disampaikan juga ada terobosan inovasi penggunaan artificial intelligence untuk membantu proses. Pada akhirnya tentu kami ingin semua itu memudahkan peserta kami,” ujarnya.
Reformasi JKN yang sedang dirancang harus bermuara pada kemudahan pelayanan yang dapat benar dirasakan peserta. Karena itu, DJSN melihat kesiapan rumah sakit dari sisi fasilitas dan inovasi yang dilakukan dapat mendukung pelayanan.
“Jadi reformasi yang kita rancang tadi disampaikan oleh Pak Sekjen itu tentu kami sangat mendukung. Kami dalam kaitan itu ke sini untuk melihat apakah itu nantinya betul-betul bisa dirasakan dan memudahkan pelayanan bagi peserta,” jelasnya.
Menurutnya, DJSN melihat pengalaman RS Ngoerah berpotensi menjadi praktik yang dapat dipertimbangkan untuk diperluas secara nasional. Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi kesiapan RS Ngoerah dalam penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
“Saya kira saya mau merekomendasikan atau sudah melihat sebenarnya Rumah Sakit Ngoerah ini dan Provinsi Bali ini juga bisa nanti kita pertimbangkan sebagai perluasan mencoba secara nasional, atau dari praktik di kawasan timur Indonesia,” ungkapnya.
“Tadi sudah disampaikan banyak sekali dan kita melihat kelas rawat standar yang sudah disiapkan, tentu kami apresiasi karena itu sekali lagi membuat untuk meningkatkan pelayanan bagi para peserta kita, peserta program Jaminan Kesehatan Nasional,” tutupnya. On-MD



