Ubah Sampah Menjadi Nilai Tambah, Pelindo Lanjutkan Program WISE Di Ring 1 Pelabuhan Benoa

Sukses Kelola 31,65 Ton Sampah, Dorong Budidaya Maggot dan Pemberdayaan Masyarakat

DENPASAR, MataDewata.com | PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melanjutkan program Waste Integrated Solution for Environment (WISE) di TPST BR Pesanggaran, Kota Denpasar, Selasa (30/9/2026). Program yang telah berjalan sejak Januari 2026 ini dilaksanakan dalam dua tahap sebagai bentuk komitmen nyata Pelindo dalam mendukung pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di kawasan Ring 1 Pelabuhan Benoa.

Melalui program tersebut, Pelindo memperkuat sarana dan kapasitas warga dalam memilah serta mengolah sampah secara mandiri, termasuk melalui budidaya maggot, pengelolaan sampah organik dan anorganik, hingga pencacahan plastik yang melibatkan lebih dari 150 orang serta edukasi bagi siswa sekolah dasar sekitar.

Baca juga :  Bupati Adi Arnawa Ajak Sekaa Teruna Jaga Adat dan Seni di Dalung Permai

Hingga akhir pelaksanaan tahap pertama pada Januari hingga Mei 2026, program ini sukses mengelola total 31,65 ton sampah yang terdiri atas 12.401 kilogram sampah organik dan 19.253 kilogram sampah anorganik.

Selain itu, program mengubah sampah jadi nilai tambah ini juga menghasilkan 30 kilogram maggot dari empat siklus budidaya, pengembangan 100 ekor ayam petelur, serta melahirkan lima produk olahan limbah anorganik. Sub Regional Head Bali Nusra Pelindo, Fariz Hariyoso, menyatakan bahwa WISE merupakan wujud konsistensi perusahaan dalam menghadirkan solusi lingkungan yang berkelanjutan.

Baca juga :  Bunda Literasi, Ny. Antari Jaya Negara Menyapa dan Berbagi di Wilayah Terdampak Banjir Desa Pemecutan Kaja

“Pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi dan konsistensi. Melalui WISE, kami tidak hanya mendukung sarana, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola sampah dan memanfaatkannya secara optimal,” ujar Fariz Hariyoso.

Ketua TPST Pesanggaran, I Ketut Agus Pujawan, turut mengapresiasi dukungan pelatihan dan fasilitas yang diberikan sehingga pengelola semakin mandiri dalam mengubah limbah menjadi bernilai tambah. “Kami berharap program ini terus berlanjut sehingga TPST semakin mandiri dan masyarakat semakin terbiasa memilah sampah dari sumbernya,” ujar Agus. Ds-MD

Baca juga :  Badung Tetapkan Raperda Perubahan APBD 2026 Fokus Infrastruktur

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button