Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri Upacara Ngeratep Tapakan di Pura Dalem Bebalang Carangsari

Pemkab Badung Serahkan Bantuan Hibah Rp700 Juta untuk Ngodakin Tapakan di Pura Dalem Bebalang Carangsari

BADUNG, MataDewata.com | Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Upacara Ngeratep Tapakan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Rabu (10/6/2026). Upacara sakral yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manuaba dari Griya Gede Carangsari ini menjadi momentum penting bagi krama setempat dalam menjaga kelestarian tradisi adat dan budaya.

Sebagai bentuk nyata dukungan dan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Badung, Wakil Bupati menyerahkan bantuan dana hibah secara simbolis sebesar Rp700 juta untuk proses Ngodakin Tapakan. Anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara dan I Nyoman Artawa, Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gede Sukadana, Camat Petang A.A. Ngurah Darma Putra, Tripika Kecamatan Petang, Perbekel Desa Carangsari I Made Sudana, Perbekel Desa Petang Dewa Gede Usadi, serta para tokoh adat dan penglingsir Puri Agung Carangsari turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Baca juga :  Antusias Diikuti Peserta, Bupati Satria Lepas Lomba Gerak Jalan Putra 17 Km

Dalam sembrama wacananya, Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi mendalam kepada krama Desa Adat Carangsari atas semangat gotong-royong dalam melaksanakan pujawali ini. Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menilai perbaikan atau ngodakan Pelawatan Ida Betara Barong ini menjadi simbol persatuan dan ketulusan bakti masyarakat.

“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak lain adalah untuk meringankan beban krama. Kami berharap kebersamaan dan semangat gotong-royong ini terus dijaga demi kelancaran upacara (sida purna, sida sidaning don),” ujar Bagus Alit Sucipta.

Baca juga :  Pemkab Tabanan dan Kemenkum Bali Perpanjang Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi di Bidang Hukum

Sementara itu, Manggala Karya I Gusti Ngurah Mudra menjelaskan bahwa Pura Dalem Bebalang kini berstatus sebagai Pura Kahyangan Tiga yang diempon oleh tiga banjar, yaitu Banjar Pemijian, Banjar Bedauh, dan Banjar Mekarsari dengan total pengempon terdiri dari 96 pengempon pokok dan 326 pengempon kaplekan.

Gusti Ngurah Mudra menambahkan, keputusan untuk melakukan upacara ngodakan ini lahir dari hasil musyawarah warga pada 17 Desember 2025 lalu. Proses perbaikan Pelawatan Ida Betara melibatkan undagi dan sangging terpercaya dari wilayah Puaya dan Taro Tegalalang, Gianyar.

Baca juga :  Panggung Fashion Show Serangkaian Pemilihan TTD 2024

“Total biaya keseluruhan untuk proses ngodakan ini mencapai lebih dari Rp2 miliar. Sumber dana berasal dari hibah Pemkab Badung sebesar Rp700 juta, Pemerintah Desa Carangsari Rp150 juta, CSR BPD Bali Rp50 juta, urunan pemaksan Pura Rp437 juta, serta dana punia sukarela dari krama sebesar Rp415 juta,” papar Mudra.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas perhatian berkelanjutan dari Pemkab Badung, mengingat pada tahun 2024 lalu, Pura Dalem Bebalang juga telah menerima bantuan sebesar Rp4,8 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan fisik di area Pura. Hb-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button